Translate

Beginilah Cara Soda Merusak Tubuh dalam Waktu 65 Menit!

Beginilah Cara Soda Merusak Tubuh dalam Waktu 65 Menit!

Siapa tak suka soda sob? dijamin deh semua pasti suka, apalagi dalam mondisi cuaca panas minum soda dingin. Wuih.. seger. Tapi tau nggak sih sob, ternyata meminum soda juga cukup berbahaya bagi kesehatan tubuh kita.

Ternyata, cukup cepat reaksi kimia yang diberikan soda bagi efek tubuh, semuanya membahayakan sob. Nah, sebenarnya apa saja yang terjadi pada organ pencernaan tubuh ketika kita meminum soda.

Berikut sob kronologisnya, simak baik-baik deh. 


10 menit pertama, kandungan gula yang cukup kuat dalam produk minuman bersoda dapat menyebabkan kejutan kuat pada tubuh kita. Pada kasus biasa, ketika kita mengkonsumsi banyak makanan/minuman mengandung gula maka kita akan muntah. Namun, karena soda mengandung asam fosfat, maka efek ingin muntah itu hilang.

Lalu 20 menit berikutnya, tubuh berusaha untuk melawan overdosis gula yang mungkin terjadi. Hingga terjadi resistensi yang kuat pada insulin dalam aliran darah, yang menyebabkan insulin tidak dapat menjalankan fungsi sebagaimana mestinya, yaitu mensirkulasikan glukosa. Nah, pada saat yang bersamaan hati akan memecah gula dan mengubahnya menjadi lemak.

Masuk ke 40 menit berikutnya, tubuh benar-benar menyerap semua kafein yang terkandung dalam soda. Respon paling akut terhadap meningkatnya penghabisan glukosa, maka tekanan darah juga meningkat. Efek lainnya adalah otak akan memblokir reseptor adenosin yang berguna untuk memerangi kantuk. Artinya, kita jadi nggak ngantuk sob, dan mungkin kita juga bisa melihat kalau pupil mata kita jadi melebar.

Nah, masuk ke menit 45, produksi hormon dopamin meningkat, efeknya membuat kita merasa lebih fresh atau lebih segar. Efek ini yang juga terasa ketika seseorang mengkonsumsi Heroin.

Satu jam kemudian asam fosfat mempercepat metabolisme melalui pengikatan kalsium, seng, dan magnesium dalam usus. Pada sebagian kasus, banyak orang yang merasakan kembung pada perutnya, bahkan mungkin terasa nyeri perut.

Perlu diketahui juga sob, soda mengandung dosis besar gula dan pemanis buatan. Nah, inilah yang membuat efek diuretik kafein mulai bekerja.

Nah, yang mengagetkan adalah hanya dalam waktu satu jam, zat kalsium kita akan terkikis dari tulang dan akan terbuang lewat urine/kencing. Bersamaan dengan proses ini, magnesium, zinc, natrium, dan air murni juga meninggalkan tubuh Anda. Kebayang kan sob, apa isi dari tubuh kita saat itu.

Nah, ini klimaksnya sob, kekurangan gula parah akhirnya terjadi pada tubuh. Hal ini menyebabkan kita jadi sulit tidur dan cenderung gelisah. Kurangnya kafein juga disertai oleh kurangnya gula, yang membuat kita merasa lelah, hal tersebut karena tubuh kita secara struktur telah kehilangan berbagai cairan penting.

Nah, kabar baiknya adalah, kita akan kembali merasa bugar ketika efek meminum soda tadi habis, namun jangan salah sob, efek selanjutnya yang terjadi adalah menjadi kecanduan untuk kembali meminum soda.

Itulah sebabnya, kenapa banyak sekali bagian dari kita yang suka atau rutin meminum soda akan mengalami kondisi hipertensi dan obesitas. Hal ini disebabkan karena pemanis buatan seperti aspatram (E951), yang membuat rasa haus terus menerus, itu akhirnya yang membuat kita kecanduan minuman ini.

Efek samping lainnya adalah mengkonsusmsi pemanis buatan dalam jumlah berlebih akan menyebabkan gangguan pada syaraf, dan membuat mental menjadi lemot sob. Soda juga menyebabkan fungsi usus menjadi berkurang yang akhirnya menjadikan tempat tinggal lemak.

:aneh

Soo.. masing pengen minum soda secara berlebih sob? dikit aja mah gpp deh.. 

Desa Kodinji, Desa Yang Memiliki 230 Penduduk Kembar

Desa Kodinji, Desa Yang Memiliki 230 Penduduk Kembar


Berjalan di sekitar Desa Kodinji, Kerala Utara - India, jangan heran jika anda merasa memiliki penglihatan ganda. Sebab, di desa tersebut memang dapat banyak orang yang mirip.

Ya! desa Kodinji memang memiliki 230 pasangan kembar. Tak ada yang tahu mengapa terdapat banyak orang kembar di desa berpenduduk 15.000 jiwa itu. Namun seorang dokter setempat menyatakan, kemungkinan hal itu terkait dengan masalah air.

Di desa Kodinji, dari setiap kelahiran 35-45 kelahiran terdapat satu anak kembar. Jumlah ini empat kali lipat dari yang normal. Maka tidak mengejutkan jika desa di Kerala Utara - India ini terkenal dengan sebutan "desa kembar".

Survei terakhir yang dilakukan Asosiasi Keluarga dan Kembar Kodinji (TAKA) menunjukan, terdapat 204 pasangan kembar di desa tersebut. Survei dilakukan door-to-door awal tahun ini.

Namun jika digabungkan dengan hasil survei sebelumnya maka kemungkinan jumlahnya mencapai 230 pasangan, kata penduduk setempat. Jumlah tersebut masih akan bertambah lagi karena terdapat lima wanita di desa tersebut yang sedang mengandung bayi kembar.

Kejaiban Medis

"Sungguh fenomena yang menakjubkan melihat keajaiban medis terjadi diwilayah terpencil, tempat dimana tidak ada bahan kimia atau obat-obatan berbahaya yang mempengaruhi, ini desa yang perawan" kata Dr. Sribuju, seorang peneliti.



Pathummakutty dan Hipathutty, keduanya berusia 65 tahun, adalah pasangan kembar tertua di desa tersebut. adapun yang termuda adalah Rifa Ayeshandan dan Ritha Ayesha. keduanya baru lahir 10 Juni lalu. Bayi kembar identik tersebut sangat sulit dibedakan, namun orang tuanya mengaku dapat membedakan keduanya.

Menjalani hidup sebagai orang kembar tak selalu mudah. Pathummakutty mengenang bagaimana orang tuanya berjuang mati-matian untuk menghidupi dia dan saudaranya saat masih kecil. Namun dia juga ingat masa-masa indah seperti saat keduanya tertawa bersama gara-gara orang kebingungan mengira dirinya adalah saudara kembarnya.

Saking banyaknya anak yang kembar, para guru di desa Kodinji kerap salah menunjuk. Salmabi, salah seorang siswa yang memiliki saudara kembar, pernah merasa sangat kesal lantaran dia dituding melakukan apa yang dilakukan saudara kembarnya, "itu selalu terjadi setiap saat" katanya.

Para ilmuwan masih berupaya menyibak misteri mengapa terdapat banyak pasangan kembar di desa tersebut. "Berdasarkan fakta-fakta ilmiah, kami menduga hal itu disebabkan oleh faktor lingkungan, bisa jadi kandungan zat air" kata MK Sribuju, dokter setempat.

Dia mengatakan, penyebab utama kelahiran kembar biasanya adalah obat-obatan. di dunia barat mereka yang melahirkan anak kembar sebagian besar pernah mengkonsumsi obat penyubur, karena kebiasaan makan atau mengkonsumsi suatu obat secara berlebihan.

Kelahiran kembar juga di pengaruhi semakin tingginya usia perkawinan. Orang yang telat menikah memiliki resiko melahirkan anak kembar, katanya. Namun itu juga tidak berlaku di desa Kodinji, sebab di desa itu sebagian besar warganya menikah pada usia 18 hingga 20 tahun.

"Semua faktor yang dapat memicu kelahiran kembar tidak kami temui di sini, apa penyebab fenomena ini belum diketahui" tandasnya.

Penduduk desa Kodinji percaya kelahiran kembar terkait dengan air. Kodinji merupakan desa yang dikelilingi lahan berair, saat musim hujan desa itu tidak dapat diakses karena lebatnya hujan, sementara ilmuwan berupaya mencari penyebab banyaknya anak kembar di desa itu, para orang tua sibuk meminta anak-anaknya agar tidak selalu bersama, namun upaya itu tidak banyak membantu mengingat banyak anak kembar yang memiliki nama serupa dan mengenakan baju yang nyaris tanpa beda.

Para orang tua juga sering kerepotan karena salah satu anak kembar sakit, maka akan diikuti oleh saudara kembarnya. Kendati demikian, untuk soal hobi tak semuanya sama, kembar identik Anu dan Abhi misalnya menyukai bintang film yang berbeda, untuk urusan olahraga mereka juga tidak sama, yang satu suka bermain kriket, sementara yang lain menggandrungi sepak bola.

Dengan segala perhatian yang ditunjuk kepada anak kembar di desa Kodinji, Ajmer (12) jadi merasa bahwa menjadi kembar itu trendi.

sumber
Optimisme, Kunci untuk Panjang Umur dan Bahagia!

Optimisme, Kunci untuk Panjang Umur dan Bahagia!

Panjang umur dan selalu bahagia adalah impian semua manusia. Sayangnya, upaya untuk mencapai impian itu harus dimulai sejak dini. Sebuah penelitian menemukan bahwa modal bahagia di usia tua itu bukan melulu harus kesehatan fisik, tetapi kesehatan jiwa juga.

Saat orang bertambah tua, berkurangnya kemampuan fisik dan mental telah diketahui menjadi pemicu kesedihan dan stres. Namun proses penuaan itu sendiri ternyata berkaitan dengan kebahagiaan bagi bagi banyak orang.

Peneliti dari San Diego School of Medicine menemukan bahwa kebanyakan orang semakin meningkat kebahagiaannya saat berusia tua. Penelitian ini melibatkan lebih dari 1.006 orang dewasa di San Diego yang berusia antara 50-99 tahun.

Semua peserta disurvei lewat telepon. Para peneliti menanyai bagaimanakah para peserta menilai keterlibatan sosial dan kesehatannya secara keseluruhan berkaitan dengan kondisi fisiknya.

"Kadang-kadang pengaruhnya paling relevan akibat perspektif subyek itu sendiri. Meskipun usia tua sangat erat hubungannya dengan penurunan fungsi fisik dan kognitif, hal ini juga berkaitan dengan fungsi mental yang lebih baik," kata Colin Depp, PhD, profesor psikiatri di San Diego School of Medicine seperti dilansir Medical Daily, Minggu (9/12/2012).

Hasil penelitian menemukan resiliensi dan depresi lebih mempengaruhi kesejahteraan di usia tua ketimbang kesehatan fisik. Para peneliti menemukan bahwa orang yang memiliki optimisme lebih besar kemungkinannya merasa sejahtera dan sehat.

Optimisme dikaitkan dengan kesuksesan dalam kehidupan. Para peneliti menemukan bahwa orang yang memiliki kondisi kesehatan fisik yang buruk tetapi memiliki tingkat optimisme ternyata lebih sejahtera dibandingkan orang lain pada umumnya.

"Bahkan di tengah-tengah penurunan fungsi fisik atau kognitif, individu dalam penelitian yang merasa optimis merasa lebih sejahtera seiring dengan bertambahnya umur," kata Jeste.

Survei lain yang dilakukan di tahun 2009 menemukan bahwa orang yang berusia di atas 65 tahun mengaku punya lebih banyak waktu untuk keluarga dan hobinya. Orang-orang ini juga lebih aman secara finansial tanpa harus bekerja. Sekitar 60 persen peserta ditemukan lebih jarang mengalami stres.

detik

Jika Indonesia Kena Flu Burung Seluruh Dunia Bisa Kena


Bantuan internasional untuk penanganan flu burung di Indonesia tidak bisa dibilang sedikit. Selain jumlah kasusnya paling tinggi dibanding negara lain, flu burung di Indonesia selalu diwaspadai sebagai ancaman dunia.

"Kalau terjadi epidemi flu burung di Indonesia, mereka (Eropa) takut lho. Kalau kita kena, seluruh dunia bisa kena," kata direktur RSUD Tangerang, dr Makentur JN Mamahit, SpOG, MARS usai peresmian ruang isolasi flu burung bantuan Uni Eropa di Tangerang, Senin (12/12/2011).

Menurut dr Mamahit, secara geografis Indonesia menjadi titik perlintasan untuk menuju ke banyak wilayah di dunia. Karenanya jika terjadi wabah penyakit menular di Indonesia dan sekitarnya, maka biasanya akan langsung menjadi perhatian dunia internasional.
Contohnya adalah wabah kasus SARS (severe acute respiratory syndrome) beberapa tahun lalu. Menurut dr Mamahit yang juga suami Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih ini, SARS awalnya mewabah di Eropa setelah sebelumnya banyak perwakilan di seluruh dunia berkumpul untuk menghadiri sebuah kongres internasional di Singapura, dekat Indonesia.

Tak heran jika untuk pencegahan flu burung, Eropa memberikan bantuan yang tidak sedikit. Wakil Kepala Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei dan ASEAN, Colin Crooks mengatakan telah memberikan bantuan 13,5 juta euro termasuk untuk membangun 10 ruang isolasi flu burung berstandar internasional.

"Flu burung tidak hanya masalah di Indonesia, tetapi juga di wilayah lainnya. Indonesia dinilai lebih rawan karena faktor geografisnya maupu kepadatan penduduknya," kata Crooks yang juga menghadiri peresmian sekaligus penyerahterimaan ruang isolasi flu burung.

Dalam 3 tahun terakhir, jumlah kasus flu burung pada manusia di Indonesia tidak mengalami peningkatan atau stabil. Namun jika dihitung sejak 2003, jumlah kasus di Indonesia telah mencapai 182 kasus dengan korban meninggal 82 persen atau 150 jiwa.

Peringkat Indonesia untuk jumlah kasus flu burung hingga kini masih menempati posisi teratas, diikuti Mesir dan Vietnam. Sedangkan di seluruh dunia, sejak tahun 2003 tercatat sudah terjadi 571 kasus penularan ke manusia dan memicu 335 kematian.

detikhealth

Melahirkan Dua Bayi dari Rahim Ganda

Umumnya, wanita memiliki satu rahim dalam tubuh mereka. Berbeda dengan wanita lainnya, Rinku Devi, memiliki dua rahim dalam perutnya. Ia bahkan melahirkan anak dari masing-masing rahimnya.

Dokter yang menangani Rinku, sangat takjub karena melahirkan bayi sehat dalam ovarium yang berbeda sangat jarang terjadi. Rata-rata, hanya satu kasus dilaporkan setiap tahun di seluruh dunia.

Rinku Devi dan dua bayinya

Selama hamil, istri perwira intelijen 28 tahun asal India ini menyadari bahwa dirinya hamil kembar. Namun, dirinya tidak pernah tahu kondisi medisnya, yang dikenal dengan sebutan uterus didelphys atau rahim ganda.

Uterus didelphys dua rahim yang dihubungkan dengan dua saluran rahim (serviks) terpisah. Dalam beberapa kasus, mereka juga memiliki vagina ganda. Setiap rahim ini terkait dengan tuba falopi yang langsung menghubungkan pada ovarium. Pasien dengan rahim ganda memerlukan perhatian khusus selama kehamilan untuk mencegah kelahiran prematur.

"Saya baru tahu bahwa saya memiliki dua rahim ketika saya akan melahirkan. Saya tidak tahu bagaimana saya harus bereaksi. Saya tidak pernah mendengar hal ini sebelumnya," ujar Rinku, dikutip Daily Mail.

Rinku pantas heran, sebab saat melahirkan anak pertamanya empat tahun silam, Rinku tak mengalami kesulitan apapun.

Selama proses melahirkan, dokter menemukan bahwa usia kehamilan Rinku berselang satu bulan. Dan, Rinku baru mengetahui perihal kelangkaan dan tingkat keparahan kondisinya setelah melahirkan.

Meski demikin, Rinku mengaku sangat bahagia dan bangga dapat bertahan. "Ketika saya diberitahu saya hamil kembar, saya pikir akan mendapatkn dua orang bayi dengan wajah yang sama, namun ternyata tidak. Saya sangat bahagia dan bersyukur, Tuhan memberikan saya hidup yang baru," ia menambahkan.

Dua bayi Rinku dilahirkan secara caesar di Rumah Bersalin Mati Sadan Parijat, Muzaffarpur, dengan berat masing-masing adalah 1,93 kg dan 1,5 kg.

"Saya hanya tahu kondisi Rinku setelah ia hendak melahirkan karena sebelumnya kondisi tersebut tidak terdiagnosa," ujar Ginekologi Dr Dipti Singh yang menangani Rinku.

Dr. Dipti mengakui bahwa dirinya terkejut setelah mengetahui kondisi Rinku yang sebenarnya karena ia belum pernah menangani kasus serupa sebelumnya.

"Kehamilan seperti ini sangat fatal bagi ibu dan anak, membawa risiko keguguran yang tinggi, persalinan prematur, dan bayi dengan berat badan di bawah rata-rata," ia menambahkan.

Namun untungnya, anak dapat lahir dengan selamat dan Rinku pun dalam keadaan sehat. "Pada proses persalinan, Rinku dalam keadaan yang sangat sehat, dan pertumbuhan bayi di dalam kedua rahimnya pun sangat
baik," ujar Dr. Dipti.

_________


"I just know Rinku condition after he was about to give birth because the earlier the condition is not diagnosed," said Dr. Dipti Singh Gynecology handling Rinku.

Cari Artikel

Followers

Back To Top