Chemotherapy, Skydiving and Drooling

Chemotherapy, Skydiving and Drooling

"Are you willing to be sponged out, erased, cancelled, made nothing? Are you willing to be made nothing? dipped into oblivion? If not, you will never really change." D.H. Lawrence

I have an unattractive motion in my chin when I have exceeded my terror level. It gets numb and quivers pathetically causing me to drool. This happened during my one and only sky dive and just prior to a scuba dive off of the Great Barrier Reef. It happened as I followed the nurse down the long foreboding hallway to the hospital bed. The chin thing started when the nurse approached me in the waiting room.

Clearly shielding me from the other two cancer patients sitting in the waiting room, Nurse asked in a curious whisper, "Which one of you is Dawn Novotny", raising my hand, she continued, "We only have one hospital bed left and when I looked at the medications they are giving you, you are defiantly going to need that bed."

Oh my God I thought, what exactly does that mean? Will this procedure hurt that much? Might I die on the table or something? What is she saying and why did she say that to me? Didn't she know that I was already scared s@*&%#@! Keeping all of these thoughts to myself as in, what would be the point in asking if electrocution would hurt after you had been sentenced to death? I followed her like a lamb to slaughter, inconspicuously (I hoped) wiping the drool away from my mouth. A girl's got to maintain some semblance of dignity.

I proceeded to the large double bed (wondering why a double bed would be on a Hematology, Oncology floor, I considered if this made it possible for family members to crawl into bed while lovingly holding their dying into the afterlife as I had my mother) getting myself as comfortable as possible while answering inane, chirpy little questions like, "Do you like apple or grape juice", and do you want two or three pillows, are you cold or too warm? I was not sure how to ask her for a drooling towel?

Allowed to wear my own clothes, I chose a long loose skirt for easy bathroom access because I was told that I must rapidly drink at least a gallon of water to flush out the poison being pumped into my body in order to protect my organs from damage. One of the dozens of details omitted from my instructions was, don't wear underwear. Who knew that I would be dragging the IV stand into the tiny bathroom awkwardly navigating my skirt up while pulling down my panties, not to mention the wiping part all with one arm strapped to the IV stand? That would be the last time I wore panties to the hospital unless during surgery (go figure). Come to think of it, that may have been the last time that I wore panties period. They really are inconvenient, uncomfortable stupid little things that insist on clinging to and in the tenderest of places!

My doctor decided that I would have four treatments of adriamyein and cytoxan. Six treatments have fewer side effects but for reasons that remain too complicated for me to understand, four treatments were decided upon. I did crash courses on breast cancer, chemo therapy, radiation and tamoxifen which I adamantly refused to take. Although overwhelmed with information, much of which required a doctor's knowledge to interpret, I was determined to be as informed as possible. My husband's background in dentistry, coupled with his generosity of time, love and research, greatly aided in my decision making process.

Speaking of my husband, he was the quintessential perfect partner to have during my cancer treatment and recovery. There every time I needed his help, support or advice never burdening me with his fears. Neither did he take it personally when I did not want him around. For example, during my months of chemo treatments I wanted a dear friend to accompany me and simply sit quietly and read a book. I did not want to worry about him worrying about me.

When warned of the "possible" short side effects of chemo therapy such as vomiting, diarrhea, hair loss, mouth sores, anemia, risk of infection and fatigue they did not tell me that fatigue often means being without enough available energy to walk to the mail box. Come on, until these treatments, I had been an avid racquetball player. They also failed to tell me that urinating during the chemo infusion would burn my skin until I cried. I learned to use something like diaper rash paste during the next rounds.

What were your two scariest moments in life?

Do you have any funny little tics or habits you do when you're afraid?

Dawn D. Novotny LCSW
104-C Hilltop Drive
Sequim, WA 98382
(360) 683-7624

Dawn Novotny LCSW, MTS, CDP, CP, is a clinician, teacher, author, and workshop leader. She is in private practice in Sequim, WA. since 1987. She specializes in systems theory focusing both on the "external" (family, cultural, roles) as well as the "internal" family system (internalized roles, parts, archetypes, ego states, conflicts, etc.). As a clinical practitioner of psychodrama, sociomety and group therapy, Dawn utilizes a variety of action methods. She conducts workshops in CA. and WA. She holds Masters Degrees in Clinical Social work, and theology. She was an adjunct professor at Seattle University. She is a nationally certified psychotherapist-dramatist.

Article Source:

Mabes Polri Prediksi Masih Ada 40 Orang Terjebak di Jembatan Kukar

Mabes Polri memprediksi masih ada 40 orang yang terjebak dalam peristiwa ambruknya jembatan Kutai Kertanegara (Kukar), Kaltim, Sabtu kemarin. Jumlah itu setidaknya perkiraan dari masih adanya bus yang belum bisa dievakuasi.

"Diprediksi masih ada korban di dalam sungai. Setidaknya ada dua bus dan sedang diupayakan untuk dievakuasi. Diprediksi ada 40 warga terjebak di sungai," ujar Kabagpenum Polri, Kombes Boy Rafli Amar.
Hal itu dikatakan Boy di kantor Bareskrim Tindak Pidana Narkotika, Jl MT Haryono, Jakarta, Minggu (27/11/2011).

Boy mengatakan, pasca ambruknya jembatan Kukar Sabtu kemarin, pihaknya langsung mengirimkan tim dari Bareskrim. Tim langsung di bawah pimpinan Kabareskrim Komjen Pol Sutarman.

"Ada 11 penyidik, yakni 6 dari labfor (laboratorium forensik) dan 5 dari DVI (Disaster Victim Identification)," kata Boy.

Seperti diberitakan, Jembatan Kutai Kartanegara yang menghubungkan 2 wilayah Kecamatan Tenggarong Seberang dan Kecamatan Tenggarong, ambruk pada Sabtu (26/11/2011). Akibat dari insiden jembatan yang masih berusia 10 tahun itu, 4 orang meninggal dunia, 39 orang luka-luka dan 16 orang dilaporkan hilang.

Menteri PU Djoko Kirmanto yang juga tiba di lokasi menyebut ambruknya jembatan tersebut terbilang langka mengingat jembatan tersebut masih berusia 10 tahun.

sumber : detik
Dua Negara Ini Tidak Punya Utang Luar Negeri

Dua Negara Ini Tidak Punya Utang Luar Negeri

Jakarta - Total utang pemerintah Indonesia hingga Oktober 2011 mencapai Rp 1.768,04 triliun. Dalam sebulan jumlah utang itu naik Rp 13,13 triliun dibanding posisi September 2011 yang sebesar Rp 1.754,91 triliun. Menggunungnya utang RI digunakan untuk menutup defisit dalam APBN. Namun ternyata ada beberapa negara yang tidak memiliki utang luar negeri. Negara apa sajakah?

Terkurung masalah politik, negara Libya dan Korea Utara tidak memiliki utang luar negeri dengan negara lain.

"Yang utang pemerintahnya nol atau hampir nol persen cuma Libya dan Korea Utara. Korea Utara dan Libya dikucilkan karena masalah politik. Oleh karena dikucilkan, mereka tidak bisa berutang," ujar pengamat ekonomi Drajad Wibowo kepada detikFinance, Minggu (27/11/2011).
Namun, Drajad yakin dengan lepasnya negara Libya atas kekuasaan Muammar Khadafi maka negara tersebut akan mulai banyak berutang karena terbukanya kesempatan besar dari negara-negara lain.

"Sekarang setelah Khadafi jatuh, saya rasa Libya akan mulai banyak berhutang," ungkapnya.

Drajad menyebutkan negara lain yang memiliki utang rendah sekitar 10 persen tetapi bukan karena masalah politik adalah Rusia, Saudi Arabia dan Kuwait. Rusia, lanjutnya, semakin kuat justru setelah lepas dari besarnya utang negara tersebut sebelum kepemimpinan Vladimir Putin.

"Saudi dan Kuwait sangat kuat, Rusia saat ini lebih kuat daripada ketika Putin belum berkuasa dan utang masih 97 persen dari PDB. Mereka bisa lepas dari utang karena basis penerimaan negaranya kuat. Maksudnya lepas adalah dengan utang hanya sekitar 10 persen, itupun lebih sebagai "pantes2"an di pasar global. China sendiri sekarang turun terus, mungkin bisa di bawah 20 persen tahun 2011 ini," paparnya.

Drajad menyatakan untuk mengurangi ketergantungan terhadap utang, suatu negara perlu memperkuat penerimaan negaranya.

"Kuncinya, basis penerimaan negara harus kuat, sehingga pembangunan dan pertumbuhan ekonomi bisa dijaga tetap kuat tanpa harus menerbitkan utang baru untuk membiayai pembangunan dan pertumbuhan," tegasnya.

Menurut Drajad, biasanya penerbitan utang atau debt ratio sekitar 30-40 persen dari PDB suatu negara. Namun, meskipun rendah, hal ini belum menjamin peringkat utang negara tersebut akan tinggi.

"Buktinya, AS di atas 100 persen, tapi sovereign rating nya terus-terusan AAA dan baru akhir-akhir ini diturunkan satu notch. Rating AS malah lebih bagus dari negara-negara yang rendah debt ratio-nya seperti Rusia dan China," ujarnya.

Untuk itu, Drajad menegaskan, tidak ada angka yang solid tentang berapa debt ratio yang aman karena kuncinya adalah penerimaan negara yang kuat.

"Indonesia meski sudah turun ke 30 persen atau lebih rendah nantinya, tetap saja belum masuk investment grade, apalagi AAA. Jadi debt ratio bukan satu-satunya variabel yang menentukan aman atau tidak. Indonesia dengan tax ratio hanya 12 persen-an, sulit dianggap aman oleh investor meski debt rationya turun karena tax ratio 12 persen itu rentan sekali. Jadi kembali ke kuncinya tadi basis penerimaan negara harus kuat," tandasnya.

sumber :

BPOM: "22 Kopi Kemasan Mengandung Kimia Obat"

BPOM: "22 Kopi Kemasan Mengandung Kimia Obat"

Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan modus baru yang dilakukan pelaku usaha tak bertanggung jawab. Dari 56 sampling produk kopi dalam kemasan yang dikumpulkan BPOM di beberapa daerah, ditemukan 22 produk yang positif mengandung Bahan Kimia Obat (BKO).

"Kopi ini ada yang mengadung bahan kimia obat sildenafil dan tadalafil serta zat aktif Viagra. BKO ini biasanya digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi," kata Kepala Badan BPOM Kustantinah di Jakarta, Jumat (25/11/2011).

Terkait temuan 22 kopi dengan BKO itu, Kustantinah mengaku Badan POM tidak pernah memberikan persetujuan izin edar terhadap produk kopi tersebut. Ia menambahkan, pada prinsipnya penambahan BOK dalam produk makanan dilarang.

"BKO ini termasuk dalam kelompok obat keras dan perlu resep dokter. Kalau pun digunakan harus ada ketentuan yang jelas tentang takaran dan dosisnya," tandasnya.

Menurut Kustantinah, dampak penggunaan bahan kimia obat ini terhadap kesehatan bisa fatal. Gejala yang akan timbul bisa beragam mulai sakit kepala, muka merah, pusing, mual, nyeri perut, gangguan penglihatan, kehilangan potensi seksual secara permanen, sampai pada kematian.

Menindaklanjuti temuan ini, BPOM mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi kopi yang mengandung bahan kimia obat karena dapat membahayakan kesehatan.

"Kita sudah buat surat edaran pada Balai Besar POM di seluruh Indonesia untuk melakukan operasi pasar. Untuk produk yang sudah ditemukan, kita akan lakukan pemusnahan dan menyampaikan surat rekomendaasi pada Dinas Kesehatan setempat untuk mencabut ijin edar produk kopi tersebut," tandasnya.
Inilah 22 Merek Kopi Berbahaya

Inilah 22 merek kopi yang positif mengandung bahan kimia obat. Di dalam kopi-kopi ini, ada yang positif dicampur dengan zat aktif Viagra, yakni sildenafil atau zat aktif obat Cialis yakni tadalafil. Berikut merek kopi yang dimaksud:

1. 39 Sa Kao 3 in 1 Kopi Mix Plus Ektrak Jahe (Depkes RI PIRT No. 210317594151/Kota Jakarta Utara)

2. 39 Sa Kao Kopi Mix Ginseng Korea 3 in 1 (PIRT 210317505151/Kota Jakarta Utara)

3. Bel-Bel Kopi Susu Extra (PT. Mandala Cahaya Sentosa/PIRT 610331502001)

4. Black Borneo Platinum Coffee (PT Victoabel Food Industry/P-IRT 6103515401564)

5. Dream Coffee (PT. Mandala Cahaya Sentosa – Sidoarjo/PIRT 6103515271564), ( PT. International Green Natural, P-IRT 6103515271564), PIRT. 6103515271564 Kab. Sidoarjo)

6. Dynamic Coffee/Dynamic Coffee Nusantara/Dynamic Tribulus Coffee (PT. Daya Dinamika Nusantara, PIRT 210360301411), (PT. Daya Dinamika Nusantara, PIRT 210360301411), (PT Aimfood Indonesia, PIRT 210360301411), (PT Aimfood Indonesia, PIRT 210360301309), PT. Daya Dinamika Nusantara, PIRT 210360301411)

7. Golden Life (P-IRT 6103515121399 Kab. Sidoarjo)

8. Good Coffee Premium/Good Coffee (PT. Putra Gudti Indonesia PIRT No. 6103271011147 Kota Bogor), (CV. Bin Halim untuk PT. Putra PIRT. 6103271011147, Kota Bogor), (PT. Putra Gudti Indonesia, PIRT No. 6103271011147, Kota Bogor)

9. Herba Max Coffee (Distributor PT Solusky P-IRT 6103515311564 Kab. Sidoarjo)

10. Jahe Mix Barokah (PIRT 213317518151 Kota Jakarta Utara)

11. Jomoon Instan Coffee (Green Nirmala PIRT. 6103515131399 Kab. Sidoarjo), (PT. Green Nirmala - Sidoarjo PIRT. 610351531399 Kab. Sidoarjo)

12. Joss-Fly Coffee Plus Panax Ginseng (PT. Mandala Cahaya Sentosa PIRT 610331502001 Kab. Grobogan)

13. Kopi Cleng - Sehat, Nikmat, Berstamina (CV. Jamu Moro Sehat, Banjarnegara, Depkes RI TR 147/11-10/2005)

14. Kopi KPH/Kopi Kuat (PIRT. 6103515331564 Kab. Sidoarjo)

15. Kopi Mahabbah (Depkes RI PIRT No. 6103515321564 Kab. Sidoarjo), PT. Mandala CS P-IRT No 6103515321564 Kab. Sidoarjo), (Mahabbah Group P-IRT No 6103515321564 Kab. Sidoarjo), (Mahabbah Group PIRT No. 6103515321564 Kab. Sidoarjo),

16. Kopi Pasutri (Al Jazira Herbal, Bekasi PIRT 610351533564 Kab. Sidoarjo).

17. Kopi Strong 234 (PT. Hamiegi Bandung PIRT. 81032730203771 Kota Bandung)

18. Maca-Tekh (PT. Wootekh Jakarta Indonesia PIRT 210360303411)

19. Matador Coffee

20. Mawaddah Coffee (PIRT. 212320207429 Kab. Sukabumi)

21. On Coffee

22. Premium Energy Coffee (Dinkes PIRT No. 210360314309 Kab. Tangerang).

sumber :

NASA Temukan Retakan Besar di Gletser Antartika

WASHINGTON - Badan antariksa NASA menemukan sebuah retakan besar pada sebuah gletser di Antartika. Retakan ini ditemukan dalam misi NASA Operation Ice Bridge yang merupakan survei udara terbesar untuk memantau es di kutub Bumi.

Retakan tersebut terjadi di gletser Pine Island yang pada tahun 2001 lalu masih merupakan sebuah gunung es. Beberapa ilmuwan memperkirakan akan terjadi retakan lagi di sana, namun perkiraan tersebut belum terjadi.
Sejak saat penemuan itu, NASA melakukan penelitian lebih detail terhadap hasil citra satelit yang sudah didapatkan.

NASA menargetkan misi ini berlangsung selama 6 tahun dan menghasilkan citra tiga dimensi permukaan es, lempengan es, dan lautan es di Artic dan Antartika.

"Sebenarnya saat ini kami sedang menyaksikan bagaimana hal tersebut bisa terjadi, ini sesuatu yang amat menarik," kata Michael Studdinger, seorang ilmuwan anggota Ice Bridge Project.

"Ini bagian dari proses alam, tapi berada di sini dan menyaksikan terjadinya retakan tersebut adalah hal yang menggairahkan," tambahnya. Seperti diwartakan melalui Fox News, Jumat (4/11/2011).


Cracks occurred in the Pine Island glacier in 2001 is still a mountain of ice. Some scientists predict will happen again in the cracks there, but that estimate has not happened.

Cari Artikel


Back To Top