Translate

Ilmuwan Kaget! Fenomena Nebula 'Mawar Merah' Ternyata Ada dalam Al-Qur'an!


Tercatat dalam teori para antariksawan dan ilmuwan, apabila sebuah bintang telah habis masanya lalu kemudian meledak dan mati, maka sisa ledakan bintang itu akan berevolusi menjadi kumparan dan kumpulan gas yang akrab secara analisis disebut nebula.

Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, belum lama ini mengambil gambar nebula 'Mawar merah' dengan menggunakan teleskop raksasa, Hubble. Dari pengambilan citra gambar tersebut, ada salah satu nebula paling menarik dan kompleks yang pernah dilihat, yakni nebula yang memiliki kode NGC 6543, atau mereka menjulukinya dengan 'Nebula Mata Kucing' (cat eye nebula) atau nebula Mawar Merah.

Nebula fantastis ini diperkirakan baru berusia 1.000 tahun. Ilmuwan pun takjub, karena dalam perkembangannya awan nebula ini mem[erlihatkan bentuk yang tak asing bagi penduduk bumi, yakni bentuk yang menyerupai bunga mawar merah.

Sebagai catatan sob, pada 14 abad yang lalu, sebelum para antariksawan dan ilmuwan NASA menemukan fenomena ini, ternyata fenomena ini telah ada dalam Al-Qur'an. Tepatnya di surah Ar-Rahman.

"Maka ketika langit (bintang/tata surya) terbelah (meledak) lalu menjadilah ia mawar merah yang berkilat seperti minyak"
(Ar-Rahman: 37)

Potensi dan Kelemahan Kehidupan di Luar Planet Bumi

Selama ini kehidupan luar angkasa masih menjadi perdebatan dikhalayak ramai. Banyak yang kontra dan tidak sedikit yang pro atas keberadaannya. Mulai dari teori Astronot kuno hingga dunia modern ini, masih menimbulkan tanda tanya BESAR bagi kita semua.

Pada artikel ini, saya tidak akan membahas fenomena atau penampakkan UFO atau Alien, namun lebih menekankan apa itu Definisi dari Alien (Makhluk Ekstraterestrial).

Kehidupan Ekstraterestrial

Dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia, Alien mempunyai arti Makhluk asing.

Berikut arti secara keseluruhan : Kehidupan ekstraterestrial didefinisikan sebagai kehidupan yang tidak berasal dari planet bumi. Keberadaan kehidupan di luar planet ini masih sebatas teori dan semua perkiraan mengenai kehidupan tersebut tetap berlangsung. Stephen Hawking berpendapat bahwa tidak mungkin kehidupan hanya ada di bumi saja.

Namun kadangkala beberapa orang sering salah menterjemahkan kata-kata alien dengan penampakkan yang berkepala besar bertangan panjang dan berpenampilan kurus (kanan). Pada dasarnya Alien hanyalah makhluk hidup yang berdiam di luar bumi, entah berperadaban tinggi atau rendah. Baik memasuki kelas makhluk hidup tinggkat tinggi seperti manusia atau malah makhluk hidup sekelas mikroba yang hanya bersel satu.

Hipotesa-hipotesa dan gagasan tentang kehidupan ekstraterisial masih terus berkembang dan menyatakan bahwa tidak menutup kemungkinan kehidupan E.T atau Ekstraterestrial ada di bentangan alam semesta ini. Beberpaa diantaranya adalah Venus dan Mars; bulan-bulan Yupiter dan Saturnus seperti Europa, Enceladus dan Titan; dan planet luar surya seperti Gliese 581 c dan d yang dikatakan berada di zona layak huni.



Usaha Pencarian E.T

Ilmuwan berusaha mencari bukti kehidupan uniselular(bersel tunggal) di Tata Surya dengan melakukan penelitian terhadap permukaan planet Mars dan batu meteor yang jatuh ke bumi. Sebuah misi ke Europa, salah satu bulan Yupiter yang diduga memiliki air dibawah permukaannya, juga digagaskan.

Terdapat bukti terbatas bahwa kehidupan mikrobial mungkin ada di Mars. Eksperimen pada program Viking melaporkan adanya proses emisi gas dari lapisan tanah panas Mars yang diduga sebagai bukti kehadiran mikroba. Namun, tidak ada bukti kuat mengenai hipotesis tersebut. Pada tahun 1996, suatu struktur yang menyerupai nanobakteria dilaporkan ditemukan di meteor ALH84001 (gambar Bawah). Laporan ini sangat kontroversial, dan perdebatan terus berlanjut. Salah satu kontaversi adalah kemungkinan telah terkontaminasinya meteor ini.



Pada Februari 2005, ilmuwan NASA melaporkan bahwa mereka menemukan bukti kuat adanya kehidupan di Mars.Kedua ilmuwan, Carol Stoker dan Larry Lemke, membuat klaim bahwa tanda metana yang ditemukan di atmosfer Mars menyerupai proses produksi metana oleh kehidupan primitif di Bumi. NASA menolak klaim kedua ilmuwan tersebut.

Pada tahun 2010, dari data satelit Cassini, para ahli NASA menemukan bukti penting yang menunjukan adanya kehidupan alien primitif di Titan, bulan dari Saturnus. Ahli-ahli tersebut menyimpulkan dalam dua makalah. Pada makalah pertama, dalam jurnal Icarus, dinyatakan bahwa hidrogen yang mengalir di atmosfer planet menghilang di permukaan, yang menunjukan bahwa alien mungkin bernafas. Pada makalah kedua, dalam Journal of Geophysical Research, disimpulkan bahwa terjadi kekurangan bahan kimia di permukaan. Zat-zat tersebut mungkin dikonsumsi oleh suatu kehidupan. Chris McKay, astrobiologi di Pusat Penelitian NASA, menyatakan bahwa proses konsumsi hidrogen ini mirip dengan proses manusia mengkonsumsi oksigen di bumi.

Terdapat gagasan bahwa alien mungkin mengeluarkan sinyal ke angkasa. Gagasan ini tidak pasti, namun proyek-proyek seperti SETI (Search for Extra-Terrestrial Intelligence) dibuat untuk mencari sinyal radio dari kehidupan ekstraterestrial.

Astronom juga mencari planet luar surya yang dapat dihuni seperti bumi. Planet-planet yang diduga dapat dihuni adalah Gliese 581 c, Gliese 581 d dan OGLE-2005-BLG-390Lb. Teknologi yang ada tidak cukup untuk mempelajari planet-planet luar surya tersebut.




Bukti-Bukti yang Mendukung Keberadaan E.T. dan UFO

Sinyal WOW!

Sinyal Wow! adalah sinyal radio yang dideteksi oleh Dr. Jerry R. Ehman pada tanggal 15 Agustus 1977, ketika bekerja dalam proyek SETI di teleskop radio Big Ear di Ohio State University. Sinyal ini berpotensi berasal dari luar tata surya. Sinyal ini berlangsung selama 72 menit, selanjutnya tidak dideteksi lagi. Sinyal ini menjadi pusat perhatian media ketika membicarakan hasil SETI. Diduga berasal dari rasi sagitarius.

Black Knight

Black Knight
adalah sebuah satelit misterius yang sampai sekarang tidak diketahui apa dan darimana asalnya satelit tersebut. Yang pasti diketahui, satelit ini pertama kali terlihat di tahun 1960 dan ditemukan dalam orbit kutub. "Black Knight" ini sendiri pernah membalas sinyal radio tahun 1920 dan 30 sebelum lenyap lagi. Dan sinyal balasan dari satelit tersebut setelah diteliti hampir memliki kemiripan dengan sinyal balik kalau radio tersebut diarahkan ke Epsilon Bootes (salah satu rasi bintang).

Tempat Berpotensi Jadi tempat E.T.

1. Mars - Kehidupan Di Mars telah lama diperkirakan. Air diperkirakan telah ada di Mars di masa lalu, dan mungkin masih cair di bawah air permukaan. Metana ditemukan di atmosfer Mars.

2. Merkurius - Ekspedisi Messenger untuk Merkurius telah menemukan bahwa sejumlah besar air ditemukan pada lapisan exosphere nya.

3.Jupiter - Carl Sagan dan yang lainnya Pada 1960-an dan 70-an menghitung sebuah hipotesis tentang berbasis kehidupan makroskopis asam amino di atmosfer Jupiter.

4. Enceladus - Diperkirakan memiliki lapisan air bawah tanah.


5. Titan - Bulan ini tidak hanya dikenal dengan suasana yang signifikan. Data dari misi Cassini-Huygens membantah hipotesis samudra hidrokarbon global, tetapi kemudian menunjukkan adanya danau hidrokarbon cair di daerah kutub.


6. Venus - Baru-baru ini, para ilmuwan telah berspekulasi tentang keberadaan mikroba di lapisan awan stabil 50 km di atas permukaan, dibuktikan dengan iklim yang ramah dan ketidakseimbangan kimia.

Berikut hewan yang diduga bisa hidup di luar angkasa ENIGMA.

Seperti yang kita ketahui selama ini air adalah sumber terpenting untuk mendukung kehidupan. Salah satu tempat yang mendukung itu adalah Europa(bulan). Europa memiliki permukaan yang dilapisi oleh es, dan hebatnya lagi memiliki kandungan Oksigen Molekular.
(Kiri : Skema lapisan es dari Europa).

Potensi atas kehidupan asing : Sepeti halnya Titan, bulan-bulan yang terkategorikan sebagai Europa memiliki potensi terciptanya makhluk hidup. Ilmuan planet Richard Greenberg mengatakan bahwa dalam jangka waktu yang panjang tentunya, Europa memungkinkan untuk membentuk makhluk hidup tidak hanya dalam kategori Eukariotik namun mungkin juga berbasis pisces.



Persamaan Drake

Pada tahun 1961, University of California, Santa Cruz astronom dan astrofisikawan Dr Frank Drake menyusun persamaan Drake. Persamaan kontroversial dikalikan perkiraan bersama dengan ketentuan sebagai berikut:

* Tingkat pembentukan bintang yang cocok.
* Fraksi dari bintang-bintang yang dikelilingi oleh planet-planet.
* Jumlah dunia mirip Bumi per-sistem planet.
* Fraksi planet-planet di mana kehidupan cerdas berkembang.
* Fraksi planet komunikatif mungkin.
* Umur dari kemungkinan peradaban komunikatif .


Digunakan persamaan Drake untuk memperkirakan bahwa ada sekitar 10.000 planet di galaksi Bima Sakti yang mengandung kehidupan cerdas berkemampuan kemungkinan berkomunikasi dengan Bumi.

Berdasarkan pengamatan dari Hubble Space Telescope, ada setidaknya 125 milyar galaksi di alam semesta. Diperkirakan bahwa setidaknya sepuluh persen dari semua bintang mirip matahari memiliki sistem planet, misal ada 6,25 × 1018 bintang dengan planet yang mengorbit di alam semesta. Bahkan jika kita asumsikan bahwa hanya satu dari satu milyar bintang-bintang ini memiliki planet mendukung kehidupan, akan ada beberapa 6,25 × 109 (miliar) sistem pendukung kehidupan planet di alam semesta.

sumber
China Rencanakan Pendaratan Manusia di Bulan

China Rencanakan Pendaratan Manusia di Bulan

BEIJING - China melanjutkan rencana ruang angkasanya, dengan meluncurkan rencana lima tahun untuk menempatkan astronot di bulan. Dengan begitu, rencana ini akan membuat China menjadi negara setelah Amerika Serikat (AS) yang berhasil menginjakkan kaki di bulan 40 tahun lalu.

“China akan melakukan studi dengan rencana awal mendaratkan manusia ke bulan,” ujar Dewan Negara rencana tersebut, seperti dilansir News Cnet, Selasa (3/1/2012).

Selain itu, Dewan Negara tersebut juga menyerukan tentang eksplorasi ruang angkasa yang mendalam dan asteroid.

Rencana ini berawal ketika pesawat ruang angkasa berawak AS tertahan, dan armada pesawat ulang alik NASA yang sudah pensiun dan bergantungnya misi International Space Station dengan roket Rusia.
Sebelumnya George W. Bush juga pernah menyebutkan akan ada kembali astronot ke bulan pada 2020 mendatang, namun kemudian dibatalkan oleh Obama karena program tersebut dinilai terlalu mahal. Sebagai gantinya Obama mengusulkan mengirimkan astronot ke sebuah asteroid pada 2025.

China juga membangun purwarupa stasiun ruang angkasa sendiri, Tiangong 1 sebelum pembangun stasiun Mies-class. Negeri Tirai Bambu tersebut telah memetakan bulan dengan satelit, Change’e-1. Selain itu mereka juga merencanakan untuk mengirim Shenzhou-9 dan pesawat ruang angkasa Shenzhou-10 ke dermaga dengan Tiangong-1 tahun ini.

“Sejak 2006, roket Long March telah berhasil meluncur 67 kali, mengirim 79 pesawat ruang angkasa ke orbit, yang direncakan dan menunjukkan peningkatan keandalan kendaraan peluncuran China,” ungkap isi dari program tersebut

Meskipun rencana ruang angkasa tersebut sepenuhnya didukung oleh Liberation Army, namun rencana tersebut sepenuhnya damai. “China selalu menganut penggunaan luar angkasa untuk tujuan damai, dan menentang persenjataan atau perlombaan senjata di ruang angkasa.”

Siapa pun nanti yang berhasil sampai di bulan, maka mereka bisa mengklaim banyak hal besar. Namun sejauh ini sejak misi Apollo 17 pada 1972, belum ada yang pernah berhasil seperti itu lagi.

oke

Senja di Planet Alien Tidak Berwarna Merah

Berwarna apakah senja di suatu planet asing yang jauh dari Bumi? Lewat data dari teleskop luar angkasa Hubble, ilmuwan eksoplanet Frederic Pont di University of Exeter telah merekonstruksi warna senja planet Osiris.

Senja di Planet Osiris (foto : ExoClimes)

Diwartakan Dailymail, Sabtu (14/1/2012), planet yang juga dikenal dengan nama HD 209458 tersebut, berjarak 150 tahun cahaya dari Bumi, dan merupakan planet pertama yang terdeteksi memiliki uap air di atmosfernya.

"Saya takjub karena kita mengetahui seperti apa senja di HD 209458 dengan cukup akurat. Ketika kami mengumpulkan tranmisi spektrum atmosfer planet itu saat melintasi bintangnya, hal yang pasti diukur adalah berwarna apakah senja di sana," kata Pont.
"Karena suhunya yang hampir sama dengan suhu Matahari, bintang yang kelilingi planet itu berwarna putih bila dilihat dari luar atmosfer. Kemudian bintang tersebut akan memperoleh semburat biru seiring senja tenggelam lebih dalam," tambahnya.

Menurut Pont, penyerapan sodium yang terjadi di planet tersebut, menghilangkan warna merah dan oranye lalu menyebarkan warna biru, sehingga senja tersebut jadi berwarna biru-kehijauan.

oke

Tata Surya Ke 2 Di Antariksa


Sistem Tatasurya Ke 2

Para astronom telah menemukan sebuah sistem planet yang terdiri dari lima atau tujuh planet. Planet tersebut mengorbit bintang yang serupa dengan Matahari yaitu HD 10180. Hal ini menyebabkan sistem tatasurya yang mirip dengan sistem tata surya kita.

Tim astronom juga menemukan bukti bahwa jarak planet dari bintang HD 10180 yang mereka orbit memiliki pola yang teratur, seperti pada sistem tata surya kita.

"Kami telah menemukan apa yang paling mungkin dengan sistem tata surya kita" kata Christophe Lovis, penulis utama kertas pelaporan hasilnya.
"Studi tentang gerakan planet dalam sistem baru mengungkap interaksi gravitasi kompleks antara planet dan memberi kita wawasan ke dalam evolusi jangka panjang dari sistem."

Alat Yang Digunakan Untuk Melihat


Tim astronom menggunakan spektograf HARPS, melekat pada teleskop ESO's 3,6 meter di La Silla, Chile, untuk studi enam tahun-panjang HD 10180, yang terletak 127 tahun cahaya di konstelasi selatan Hydrus.

Para astronom mendeteksi gerakan kecil bintang disebabkan oleh atraksi gravitasi dari lima atau lebih planet. Kelima sinyal terkuat menunjukkan planet dengan massa sekitar Neptunus, yang mengorbit dengan jangka waktu berkisar enam sampai 600 hari. Mereka terletak di antara 0,06 dan 1,4 kali jarak Bumi-Matahari dari bintang mereka.

"Kami juga memiliki alasan kuat untuk percaya bahwa dua planet lain yang ada," kata Lovis.

Salah satunya seperti sebuah planet Saturnus yang mengorbit dalam waktu 2.200 hari. Yang lain akan menjadi planet terkecil yang pernah ditemukan, dengan massa sekitar 1,4 kali Bumi. Ini sangat dekat dengan bintang inangnya, dan hanya dua persen dari jarak Bumi-Matahari.

"Objek ini menyebabkan goyangan bintang yang hanya sekitar tiga kilometer per jam - lebih lambat dari kecepatan berjalan - dan gerakan ini sangat sulit untuk diukur," kata anggota tim Damien Ségransan. Jika dikonfirmasi, itu akan menjadi sebuah planet berbatu panas, mirip dengan Corot-7b.

Wilayah bagian dalam sistem lebih dihuni dari kita sendiri. Mungkin tidak memiliki gas raksasa seperti Jupiter. Tidak seperti di tata surya kita, semua planet tampaknya memiliki orbit yang hampir lingkaran.

Sejauh ini, para astronom tahu sistem lima belas dengan setidaknya tiga planet. Catatan pemegang terakhir adalah 55 Cancri, yang berisi lima, dua dari mereka menjadi planet raksasa. "Sistem planet berukuran kecil seperti yang di sekitar HD 10180 tampaknya sangat umum, tapi sejarah pembentukan mereka tetap teka-teki," kata Lovis.

Menggunakan penemuan baru serta data untuk sistem planet lain, para astronom menemukan setara hukum Titius-Bode yang ada di tata surya kita: jarak dari planet dari bintang mereka tampaknya mengikuti pola yang teratur.

Mereka juga menemukan hubungan antara massa sebuah sistem planet dan sifat bintang inangnya.

Semua sistem planet yang sangat besar ditemukan di sekitar bintang besar dan logam-kaya, sementara empat sistem terendah-massal ditemukan di sekitar rendah-massa, bintang logam-miskin. Sifat semacam pastikan model teoritis saat ini.

"Penemuan ini luar biasa juga menyoroti fakta bahwa kita sekarang memasuki era baru dalam penelitian planet ekstrasurya: studi tentang sistem planet yang kompleks dan tidak hanya planet individu," kata Lovis.

Peneliti Harvard Temukan Planet "Invisible"

MASSACHUSETTS - Peneliti dari Harvard University telah menemukan planet baru yang diberi julukan planet yang tidak terlihat atau invisible Planet.

Pimpinan peneliti Sarah A Ballard mengatakan, planet tersebut sebenarnya tidak benar-benar invisible, namun para ilmuwan Harvard menyimpulkan keberadaannya dengan dalih "Pengaruh Planet dapat mengerahkan planet lain".

Illustrasi

"Planet Invisible ini ditemukan dekat gugusan konstelasi Lyra yang terletak 650 tahun cahaya dari Bumi. Kemudian kami menjulukinya Kepler 19c," ujar Ballard, seperti yang dinukil dari The Harvard Crimson, Sabtu (17/9/2011).

Kepler 19c, lanjut mahasiswa pascasarjana Astronomi Harvard tersebut, memiliki orbit yang tidak teratur, planet tersebut menyelesaikan rotasinya selama lima menit atu lebih dari lima menit.
"Hal tersebut menunjukkan, gravitasi planet lainlah yang bisa menarik Kepler 19c sehingga menyebabkan inkonsistensi dalam orbit panjang. Berarti Kepler 19c terintimidasi oleh planet lainnya," Ballard menyimpulkan.

Dia mengatakan, penemuan Kepler 19c merupakan contoh penemuan kuat pertama dari sebuah metode yang sebelumnya tampak masuk akal walau dianggap hanya berupa teori.

"Seperti yang sudah dijelaskan, metodenya yakni melihat masa orbit planet baru yang dibandingan dengan planet terdekat. Metode ini pernah digunakan oleh astronom Alexis Bouvard yang mengidentifikasi Neptunus 150 tahun yang lalu," papar Ballard.

Untuk diketahui, penemuan Kepler 19c merupakan bagian dari misi Kepler NASA yang diluncurkan pada 2009 dengan misi utama menemukan planet asing di seluruh galaksi.

____________

"As already explained, the method that is to see the new planet's orbit is compared with the nearest planets. This method was used by astronomer Alexis Bouvard that identifies the Neptune 150 years ago," said Ballard.

2016, Hotel Luar Angkasa Siap Dihuni

CALIFORNIA - Sebuah perusahaan Rusia menawarkan jasa 'hotel' luar angkasa komersil bagi penduduk sipil yang berkeinginan untuk menikmati liburan di luar angkasa.

Seperti yang dikutip dari Mashable, Jumat (19/8/2011), jaman pariwisata luar angkasa sudah hampir tiba. Jika Anda memiliki uang USD1 juta, maka bisa mencoba penginapan luar angkasa selama lima hari di hotel luar angkasa yang dibangun oleh perusahaan Orbital Technologies.

Commercial Space Station

Pengunjung akan diantar ke Commercial Space Station yang berjarak 217 mil di atas Bumi dengan menggunakan roket Soyuz. Sesampainya di sana, maka anda bergabung dengan enam turis lainnya (stasiun tersebut belum bisa menampung banyak turis).
Fitur yang menjadi andalan Commercial Space Station mungkin adalah tingkapan di sisi kapal, yang memungkinkan pengunjung untuk melihat pemandangan Bumi dan bintang-bintang.

Meski biaya perjalanannya masih sangat mahal untuk penerbangan komersil (USD1 juta), para pengamat berharap bahwa dengan diluncurkannya 'paket pariwisata' tersebut dapat memicu tumbuhnya perusahaan-perusahaan dengan jasa pelayanan serupa.

Sampai saat ini dilaporkan sudah ada 9 perusahaan swasta yang siap meluncurkan paket liburan ke luar angkasa, sehingga nantinya akan muncul iklim bisnis baru yang lebih kompetitif dan ramah bagi kantong konsumen.

____________

Visitors will be escorted to the Commercial Space Station which is 217 miles above Earth by using a Soyuz rocket. Arriving there, then you join the six other tourists (the station can not accommodate many tourists).

Ilmuwan Temukan Planet 'Putri Salju'

CALIFORNIA - Para ahli astronomi Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa sebuah planet kecil yang ditemukan oleh ilmuwan memiliki lapisan es dan sedikit atmosfir.

Seperti yang dikutip dari UPI, Rabu (24/8/2011), planet kecil berjuluk Snow White yang ditemukan tersebut ditutupi oleh lapisan es dan memiliki sedikit lapisan atmosfir.

Planet 'Snow White'

Para ilmuwan di California Institute of Technology mengatakan bahwa planet kecil dengan nama sains 2007 OR10 tersebut mungkin memiliki sedikit lapisan methan, yang mana merupakan sisa unsur pembentuk atmosfir.

"Anda akan dapat melihat gambaran yang indah sebuah planet yang dulunya memiliki gunung berapi dan atmosfir, yang kini hanyalah planet dingin tanpa atmosfir," ujar Mike Brown, profesor of planetary astronomy dari California Institute of Technology.

"Planet kecil tersebut berada di ujung batas tata surya kita dan berukuran setengah dari Pluto," tambahnya.

Planet kecil yang berjarak jauh tersebut juga merupakan bagian dari kumpulan objek es antariksa di ujung Tata Surya kita yang bernama Kuiper Belt Objects.

"Kami kini sedang meneliti kapan planet Snow White 'hidup'," ungkap Brown.

"Selama 4 setengah miliar tahun, planet Snow White sudah berada di sana, dan kemudian mulai kehilangan atmosfirnya. Kini hanya sedikit sekali yang tersisa dari atmosfir planet kecil tersebut," pungkasnya.

__________

"Over the past four and a half billion years, the planet's Snow White was already there, and then began to lose its atmosphere. Now very little is left of the small planet's atmosphere," he concluded.

Awan Berair Terbesar Ditemukan di Ruang Angkasa

CALIFORNIA - Para astronot menemukan sebuah awan yang mengandung air terbesar di ruang angkasa. Awan ini mengandung 140 triliun liter air dan lebih banyak dari yang ditemukan di Bumi, serta mengambang di sekitar kuasar jauh.

"Ini merupakan awan yang ditemukan paling jauh dan yang tertua. Jaraknya sangat jauh yaitu 12 miliar tahun lalu atau hanya 1.6 miliar tahun setelah Ledakan besar," ungkap astronot, seperti yang dilansir TG Daily, Selasa (26/7/2011).

Awan Besar Berair yang ditemukan oleh para Astronot di Ruang Angkasa

Awan tersebut merupakan salah satu objek yang dikenal paling kuat di alam semesta dan memiliki keluaran energi matahari sebesar 1.000 triliun. Kekuatannya tersebut berasal dari materi spiral di dalam lubang hitam sepermasif pusat atau sekitar 20 miliar kali lebih besar dari massa matahari.

Jumlah air dalam awan ini setidaknya 100 ribu kali lebih besar dari massa matahari, atau setara dengan 34 miliar dari massa Bumi.

"Temuan ini sangat menarik. Kami tidak hanya mendeteksi air di jangkauan terjauh dari alam semesta, tapi ini cukup untuk mengisi lautan di Bumi lebih dari 100 triliun," kata profesor Jason Glenn, Asosiasi CU-Boulder.

Pengukuran menunjukan bahwa ada cukup banyak gas yang akan membuat lubang hitam tumbuh menjadi enam kali lebih besar dari ukuran semula. Meskipun, beberapa gas mungkin berakhir dengan membentuk bintang sebagai gantinya atau dikeluarkan dari galaksi kausar sebagai sebuah arus perpindahan.

Pada galaksi Bima Sakti, setidaknya ada 4.000 kali lebih sedikit air gas daripada di kausar. Sementara uap air di Bima Sakti hanya ditemukan di daerah tertentu dengan jarak hanya beberapa tahun cahaya. Sedangkan air di kuasar jauh tampak tersebar pada jarak ratusan tahun cahaya.

Penemuan ini dibuat dengan spektrograf yang disebut Z-Spec, yang beroperasi di sepanjang gelombang milimeter di Caltech Observatorium Submillimeter di Hawaii.

"Terobosan yang datang dengan cepat dalam teknologi milimeter dan submilimeter, memungkinkan kita untuk mempelajari galaksi kuno yang tertangkap dalam tindakan formasi bintang dan supermasif lubang hitam,"tutup Glenn.

________

The cloud is one of the most powerful known object in the universe and has a solar energy output of 1,000 trillion. Its power comes from spiral material inside a black hole sepermasif center or about 20 billion times larger than the mass of the sun.

Gunung Berapi 'Silikat' Ditemukan di Bulan

CALIFORNIA - Para ilmuwan menemukan sebuah 'titik panas' atau gunung berapi di sisi jauh Bulan. Hal ini menunjukan bahwa Bulan sudah lebih aktif secara geologi dari dugaan sebelumnya.

Titik panas yang dimaksudkan ilmuwan adalah konsentrasi unsur radioaktif thorium, yang berada antara Compton dan kawah Belkovich di Bulan. Titik tersebut pertama kali terdeteksi oleh Lunar Prespektor spectrometer sinar gamma pada tahun 1998.

Gambar penampakan dengan Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO)

Tapi pengamatan baru dengan Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) yang menggunakan optical kamera, menunjukan bahwa itu bukan gunung berapi biasa, namun ini merupakan gunung berapi silikat (senyawa yang mengandung muatan listrik negatif) yang langka.

"Ini sangat tidak biasa. Ditemukan banyak gunung dan setengah diantaranya kaya akan silikat. Ini karena Bulan tidak seperti Bumi yang tidak memproses ulang bahan batuan dengan cara berkonsentrasi pada silikat," ujar Bradley Jolliff, dari Washington University di St Louis, pimpinan tim yang menganalisa gambar LRO.

Keberadaan daerah gunung berapi akan membuat para ilmuwan memperbaharui teori-teori sebelumnya mengenai sejarah gunung berapi di Bulan.

"Penemuan ini akan membuat kita berpikir ulang mengenai suhu Bulan dan evolusi vulkaniknya," tambah Jolliff, seperti dikutip TG Daily, Rabu (27/7/2011).

Jolliff dan timnya menduga daerah gunung berapi yang baru ditemukan mungkin jauh lebih muda umurnya dari sebagian besar gunung berapi di wilayah Procellarum KREEP Terrane.

"Meskipun kita tahu dari analisis langsung sampel batuan bulan bahwa kebanyakan aktivitas gunung berapi terjadi tiga sampai empat miliar tahun yang lalu. Kita bisa melihat dari orbit bahwa beberapa masa terbentuknya batuan basalt baru terjadi sekira satu miliar tahun yang lalu," tambah Jolliff.

Jolliff juga menjelaskan jika wilayah tersebut merupakan daerah pembentukan gunung berapi yang 'telat' tumbuh. Hal tersebut mungkin juga terjadi karena proses peleburan radioaktif yang juga telat, dan menyulitkan larva untuk sampai ke permukaan.

Namun, Bulan masih mungkin memiliki inti luar cair yang menghasilkan panas seperti halnya rantai vulkanik di pegunungan Hawaii.

__________

Jolliff also explained if the region is an area of ​​volcanic formation of the 'late' growth. It may also occur due to the melting process which is also radioactive late, and made ​​it difficult for the larvae to the surface.

Samudera Berair Asin Ada di Bulan Saturnus

Ilmuwan menyebutkan, pesawat ruang angkasa milik Amerika Serikat dan Eropa berhasil mengumpulkan bukti-bukti kuat bahwa ada samudera luas berair asin di bawah permukaan Enceladus, bulan milik planet Saturnus.

Sampel dari lontaran es yang menyembur dari permukaan bulan itu berhasil dikumpulkan oleh sensor Cosmic Dust Analyzer, saat pesawat ruang angkasa Cassini melintas di sana. Cassini-Huygens sendiri merupakan misi gabungan antara NASA, ESA, dan Italian Space Agency.

Semburan air yang mengandung garam di bulan milik Saturnus. (upi.com)

Menurut peneliti, semburan tersebut muncul dari retakan di permukaan yang membeku Enceladus, tepatnya di kawasan sekitar kutub selatan.

“Saat ini tidak ada cara yang memungkinkan untuk menghasilkan semburan butir-butir yang kaya akan garam dari es yang padat di kawasan tersebut. Kecual dari samudera bergaram yang ada di bawah permukaan Enceladus,” kata Frank Postberg, peneliti dari University of Germany, 23 Juni 2011.

Partikel yang kaya akan garam itu juga memiliki komposisi yang mengindikasikan bahwa ia muncul akibat penguapan air asin, bukan dari permukaan membeku milik bulan itu.

Peneliti yakin bahwa kemungkinan, 80 kilometer di bawah permukaan Enceladus, terdapat lapisan air. Lapisan air tersebut terletak di antara permukaan bulan yang membeku dan inti bulan yang berbatu. Air itu tidak ikut membeku karena terjaga oleh kekuatan gravitasi dari planet Saturnus dan bulan-bulan lain yang ada di sekitar Enceladus.

“Enceladus merupakan bulan kecil mengandung es yang berlokasi di kawasan luas sistem tata surya di mana air dalam bentuk cair diperkirakan bisa hadir karena jauhnya jarak dari Matahari,” kata Nicolas Altobelli, ilmuwan dari ESA.

Temuan ini, kata Altobelli, merupakan temuan yang sangat penting dan merupakan bukti yang menunjukkan bahwa kondisi lingkungan tertentu bisa memungkinkan adanya kehidupan di planet beku yang mengorbit planet gas raksasa.

Ditemukan, Sistem Planet Aneh yang Mematikan

Dua orang astronom di Afrika Selatan telah menemukan bukti akan adanya dua planet raksasa yang mengorbit sistem bintang kembar. Temuan tersebut dilaporkan di South African Astronomical Observatory (SAAO).

Menurut SAAO, sistem tata surya dengan dua planet dan dua ‘matahari’ yang ditemukan oleh Stephen Potter dan Encarni Romero-Colmenero tersebut merupakan contoh dari sebuah sistem planet yang ‘sangat aneh’.

Uz For, sistem planet aneh yang sangat ekstrim

“Dua buah bintang, satu merupakan white dwarf dan yang lain merupakan red dwarf, berada sangat dekat sehingga mereka hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja untuk saling mengorbi satu sama lain,” sebut kedua astronom, seperti dikutip dari News24, 17 Juni 2011.

Sistem planet itu, kedua astronom menyebutkan, berorientasi dengan cara yang sangat aneh, sehingga dari Bumi, sepasang bintang itu saling menimbulkan gerhana setiap kali mengorbit, jika dilihat dari Bumi.

Potter dan rekan-rekannya mendapati pula bahwa gerhana tersebut tidak terjadi dalam waktu-waktu tertentu. Kadang gerhana datang terlalu cepat atau terlalu lambat.

Temuan ini membuat mereka berhipotesa bahwa hadirnya dua planet raksasa itu memberi efek gravitasi yang akan menyebabkan bintang tersebut mengorbit dengan tidak beraturan. Planet-planet itu juga akan sedikit mempengaruhi jeda antara dua gerhana tersebut.

Dari pengukuran, astronom berhasil membuat perkiraan bahwa massa kedua planet itu setidaknya enam dan delapan kali massa planet Jupiter. Kedua planet juga membutuhkan waktu 16 dan 5 tahun untuk mengorbiti kedua bintang yang jadi ‘mataharinya’ tersebut. Namun sayangnya, planet-planet itu berada di jarak yang sangat jauh untuk dapat difoto secara langsung.

Selain itu, sistem planet binary star yang diberi nama UZ For itu juga merupakan sistem planet yang sangat tidak ramah untuk ditinggali.

“Karena kedekatannya, gravitasi milik bintang white dwarf secara konstan terus mencuri material dari permukaan bintang red dwarf,” kata astronom. “Aliran material ini akan menghantam bintang white dwarf dan membuatnya menjadi sangat panas hingga ke suhu jutaan derajat,” sebutnya.

Akibatnya, astronom menyebutkan, bintang itu akan membanjiri sistem planet tersebut dengan radiasi sinar X dengan jumlah yang sangat banyak dan mematikan.

Sistem planet aneh itu sendiri dapat ditemukan setelah astronom mengobservasi menggunakan Southern African Large Telescope (SALT) baru milik SAAO yang mampu mengombinasikan data yang dikumpulkan oleh banyak observatorium dan satelit dalam jangka waktu 27 tahun.

______________

"Because of its proximity, a white dwarf star's gravity constantly stealing material from the surface of the red dwarf star," astronomer. "The flow of this material will hit the white dwarf star and make it a very hot up to temperatures of millions of degrees," he said.

Komet Berbahaya Dekati Bumi pada 2013


Sebuah komet yang diperkirakan bisa menghantam bumi pada 2013 baru saja ditemukan. Komet tersebut ditemukan dengan menggunakan teleskop yang dirancang khusus untuk berburu asteroid berbahaya.

Seperti dilansir dari Livescience.com, komet bisa terlihat dengan mata telanjang ketika jaraknya sangat dekat dengan bumi. Teleskop Hawaii's Pan-STARRS 1, mendeteksi komet yang diberi nama C/2011 L4 (PANSTARRS), pada malam hari, tepatnya 5 dan 6 Juni lalu.

Penemuan ini lalu dilanjutkan observasi menyeluruh dengan menggunakan instrumen lain keesokan harinya. Diperkirakan jarak komet sekitar 30 juta mil (50 juta kilometer) pada Februari atau Maret 2013.

Selama jarak terdekatnya dengan Bumi, sekitar dua tahun, C/2011 L4 (PANSTARRS) bisa terlihat di langit barat setelah matahari terbenam, jika cuaca cerah.

"Komet ini memiliki orbit yang dekat dengan parabola, berarti bahwa ini mungkin pertama kalinya tidak akan pernah mendekati matahari dan tidak pernah bisa kembali, " kata peneliti dari University of Hawaii, Richard Wainscoat.

Saat ini C/2011 L4 (PANSTARRS) jaraknya sekitar 700 juta mil dari matahari, tepatnya di atas orbit planet Jupiter. Detil ini didapatkan karena teleskop memiliki teknologi detektor elektronik yang sensitif.

Pan-STARRS 1 menemukan komet berbahaya tersebut dengan melakukan pemindaian pada langit untuk mengenali asteroid yang berpotensi membahayakan dan kemungkinan menghantam Bumi. Beberapa bulan ke depan, para astronom akan terus mempelajari komet tersebut. Hal ini demi mendapatkan prediksi yang lebih baik.

_____________

A comet is expected to hit Earth in 2013 has just been found. The comet was discovered using a telescope specifically designed to hunt dangerous asteroids.

20 Tahun Lagi Manusia Dikirim ke Mars?

WASHINGTON - Perusahaan swasta bidang luar angkasa, SpaceX, mengatakan kalau penerbangan astronot ke luar angkasa mungkin akan memakan waktu 10 sampai 20 tahun lagi.

"Kami mungkin akan menerbangkan manusia ke luar angkasa dalam waktu tiga bulan ke depan, kami juga akan menerbangkan manusia ke planet Mars. Saya pikir mungkin 10 sampai 20 tahun ke depan," ujar Elon Musk dari SpaceX.

Illustrasi

Seperti yang dikutip dari Red Orbit, Senin (25/4/2011), SpaceX adalah sebuah perusahaan swasta untuk bidang luar angkasa yang telah memenangkan kontrak sebesar USD75 juta dengan NASA untuk menggantikan program pesawat luar angkasa dari badan antariksa nasional milik Amerikat Serikat (AS) tersebut.

SpaceX tahun lalu telah menyelesaikan uji coba pertama dari sebuah kapsul angkasa tak berawak, setelah sebelumnya juga berhasil menerbangkan sebuah pesawat ke orbit dan kembali ke Bumi.

"Tujuan kami adalah untuk memfasilitasi pemindahan manusia dan kargo ke planet lain," ujar Musk.

Program pesawat luar angkasa NASA saat ini tinggal menyisakan dua penerbangan lagi. Pesawat ulang-alik Endeavour akan melaksanakan misi terakhirnya pekan ini, sementara pesawat Atlantis juga akan melakukan penerbangan terakhirnya pada bulan Juni.

NASA kini mulai menggunakan jasa perusahaan swasta untuk mengisi kekosongan yang sebelumnya banyak didominasi oleh pihak pemerintah, dengan membuat pesawat luar angkasa generasi baru.

"Saat di mana manusia mampu melakukan perjalanan antar bintang merupakan masa depan yang menarik, dan kami berusaha untuk mewujudkannya," tambah Musk.

Awal bulan ini SpaceX memperlihatkan roket Falcon Heavy, yang mana akan melakukan penerbangan perdananya pada akhir tahun 2012. Roket tersebut dirancang untuk mengangkat satelit dan pesawat luar angkasa ke orbit.

SpaceX adalah satu dari dua perusahaan yang dikontrak oleh NASA untuk memindahkan kargo ke International Space Station, begitu pesawat ulang-alik milik mereka sudah pensiun.

http://anehunikgokil.blogspot.com/2011/04/20-tahun-lagi-manusia-dikirim-ke-mars.html

____________

Earlier this month, SpaceX Falcon rocket Heavy show, which will make its inaugural flight in late 2012. The rocket was designed to lift satellites and spacecraft into orbit.

Sensus: Ada 50 Miliar Planet di Bima Sakti

Para ilmuwan antariksa mengadakan sensus kosmik pertama di galaksi Bima Sakti. Hasilnya, diperkirakan ada 50 miliar planet di galaksi tersebut.

Setidaknya ada 500 juta planet di wilayah yang tidak terlalu panas dan tidak tidak terlalu dingin -- di mana mungkin ada kehidupan. Perkiraan jumlah ini didasarkan hasil sementara yang diperoleh teleskop pemburu planet, Kepler milik Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA.

Ilmuwan Kepler, William Borucki, mengatakan, jumlah planet tersebut diperoleh dari pengamatan zona kecil di langit malam, lalu membuat estimasi dengan dasar asumsi, setiap bintang memiliki sejumlah planet. Kepler menghitung planet-planet tersebut saat melintas antara Bumi dan orbit bintang.

Sejauh ini, Kepler telah menemukan 1.235 kandidat planet yang diperkirakan bisa menopang kehidupan, 54 di antaranya berada di zona Goldilocks. Misi Kepler bukan untuk memeriksa setiap planet, namun memberi gambaran pada para astronom tentang jumlah planet, khususnya yang berpotensi ditinggali makhluk hidup.

Citra Galaksi Bima Sakti yang ditangkap teleskop luar angkasa Fermi (NASA)

Borucki dan rekan-rekannya menggambarkan, satu dari dua bintang memiliki planet, dan satu dibanding 200 bintang memiliki planet yang berpotensi ditinggali makhluk hidup. Estimasi ini diumumkan dalam konferensi tahunan American Association for the Advancement of Science, Sabtu 19 Februari 2011.

Ini baru perkiraan minimum, sebab bintang-bintang tersebut bisa memiliki lebih dari satu planet. Kepler pun belum mampu melihat planet-planet di sisi luar bintang.

Misalnya, jika Kepler berjarak 1.000 tahun cahaya dari Bumi dan melihat ke Matahari, ketika Venus melintas, hanya ada kemungkinan 1:8 Kepler melihat Bumi.

Untuk mendapatkan estimasi total jumlah planet, para ilmuwan menggunakan frekuensi yang telah diterapkan dan mengaplikasikannya ke beberapa bintang di Bima Sakti.

Sebelum sensus dilakukan, para ilmuwan berasumsi, ada 100 miliar bintang di Bima Sakti, sementara itu, tahun lalu, para astronom Universitas Yale, memperkirakan ada 300 miliar bintang.

Jumlah sebanyak itu hanya ada di galaksi Bima Sakti. Bayangkan jumlah seluruh planet di alam semesta. Apalagi, jumlah galaksi diperkirakan ada 100 miliar.

Borucki mengatakan, kalkulasi teranyar berdasar sensus ini akan mengantarkan kepada pertanyaan, adakah kehidupan lain di luar sana. "Pertanyaan berikutnya, mengapa mereka tidak mengunjungi kita di Bumi," kata Borucki, seperti dimuat Associated Press, Minggu 20 Februari 2011. Jawabannya? "Saya tidak tahu," tukas dia.

_______

Borucki tell, teranyar calculation based on this census will send to question, [is] there any other life outside there. " Next question, why they [do] not visit us under the sun," Borucki word, like loaded [by] Associated Press, Sunday 20 Februari 2011. Its answer? " I [do] not know," accuse him.


tag : sensus, milliar, planet, galaksi, andromeda, bimasakti, milkyway, sexy, hot

Dugaan Ada Laut di Pluto Makin Kuat

Foto Pluto diambil dengan Faint Object Camera Teleskop Ruang Angkasa Hubble.

Sebuah model di komputer memunculkan kemungkinan adanya kolam air di bawah lapisan es Pluto yang tebal. Para ilmuwan menduga Pluto punya inti berupa batu yang memiliki materi radioaktif. Secara perlahan, inti tersebut rusak, melepaskan panas yang bisa mencairkan es sekaligus mempertahankan bentuk cair itu.

"Mengingat ukuran dan komposisi Pluto, 100 bagian per 1 miliar potasium radioaktif bisa mempertahankan air 60-105 mil pada kedalaman 120 mil," kata Guillaume Robuchon, ilmuwan keplanetan dari University of California di Santa Cruz, Amerika Serikat.

Simulasi tersebut, seperti ditulis oleh Robuchon pada sinopses penelitian yang dipresentasikan minggu lalu di konferensi American Geophysical Union, memberikan petunjuk kalau Pluto saat ini memiliki laut.

Dugaan ini mungkin akan terbukti sekitar 5 tahun mendatang. Saat itu, wahana antariksa New Horizon milik NASA akan tiba di Pluto sebagai bagian dari perjalanan 10 tahun ke sana. New Horizon adalah pesawat antariksa tanpa awak yang dikirim ke Pluto. Saat ini, New Horizon sudah menempuh jarak 3 miliar mil.

Para ilmuwan juga akan melihat kutub di Pluto untuk mengetahui bentuk bagian dalam Pluto.

_______

A model [in] computer peep out possibility of[is existence of basin below/under ices coat [of] thick Pluto. [All] man of science anticipate Pluto have the core of in the form of stone owning radioactive items. Slowly, the nucleus;core destroy, discharging heat which can liquefy ice at the same time maintain that liquid form.

Wanita Spanyol Sebut Diri Sebagai Pemilik Matahari!

Wanita Spanyol Sebut Diri Sebagai Pemilik Matahari!


Setelah miliaran tahun Matahari akhirnya punya pemilik, yakni seorang wanita dari daerah basah di Spanyol Galicia. Mulai saat ini dia akan mengenakan biaya pada setiap orang yang menggunakan matahari

Jumat (26/11) ia mengatakan telah mendaftarkan matahari itu sebagai miliknya ke notaris setempat. Duran Angeles, 49, mengatakan kepada edisi online harian El Mundo, ia mengambil langkah pada bulan September, setelah membaca tentang seorang pria Amerika yang telah mendaftarkan diri sebagai pemilik bulan dan planet-planet yang ada di tata surya kita.

Ada kesepakatan internasional yang menyatakan bahwa tidak ada satu negara pun yang dapat mengajukan klaim kepemilikan dari sebuah planet atau bintang, tetapi tidak mengatakan apapun menyangkut individu.

"Tidak ada halangan, aku mendukung klaimku dengan hukum, aku tidak bodoh, aku tahu hukum. Aku melakukan itu, orang lain juga bisa melakukannya, tapi aku yang lebih dulu."

Dokumen yang dikeluarkan oleh notaris menyatakan Duran sebagai "pemilik Matahari, bintang tipe spektral G2 yang terletak di pusat tata surya, terletak sekitar 149.600.000 kilometer dari bumi."

Duran, yang tinggal di kota Salvaterra do Mino mengatakan dia akan mengenakan biaya pada setiap orang yang menggunakan matahari dan memberikan separuh dari hasilnya kepada pemerintah Spanyol, dan 20 persen untuk dana pensiun nasional.

Dia akan mendedikasikan 10 persen lagi untuk penelitian, 10 persen lainnya untuk mengakhiri kelaparan dunia dan menyimpan 10 persen sisanya untuk dirinya sendiri.

"Ini saatnya untuk mulai melakukan sesuatu dengan cara yang benar, jika ada ide untuk menghasilkan pendapatan dan meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, mengapa tidak melakukannya?" tanyanya.
__________
Tag to this article is : sun, spanyol, people, say, owner, half, money, charge, international, world, hunger, city, country, news, online, dedicated, law, notary public, place, first, prosperous, end

Adakah Kehidupan di Bulan Saturnus?


Jakarta - Atmosfer oksigen ditemukan di bulan kedua terbesar milik Saturnus, Rhea. Dampaknya menambah kemungkinan soal kehidupan di luar Bumi dan perencanaan robot masa depan.

Bulan ini memiliki diameter 1.500 kilometer serta berjarak 1,5 miliar kilometer dari Bumi. Selain itu, Rhea memiliki suhu rata-rata minus 180 derajat Celcius. Meskipun begitu, studi terbaru menunjukkan adanya lapisan oksigen setebal 100 kilometer di atmosfer. Ini sangat tipis dibandingkan suhu dan tekanan di Bumi.

Namun, penemuan menyiratkan bahwa objek yang memiliki udara berisi oksigen ini tidak biasa.

Sekitar 527 ribu kilometer dari Saturnus, Rhea mengorbit di dalam medan magnet. Atmosfer oksigen Rhea diyakini berasal dari kerusakan unsur kimia yang berlangsung di air es pada permukaan bulan. Ini disebabkan radiasi magnetosfer Saturnus.

"Implikasi utama dari penemuan pada Rhea adalah atmosfer oksigen di bulan es ini sebelumnya hanya terdeteksi di bulan Europa dan Ganymede,” kata pemimpin studi Ben Teolis dari Southwest Research Institute, Texas.

Mengetahui di mana dan bagaimana oksigen berada di alam semesta pada gilirannya dapat membantu para ilmuwan merencanakan robot masa depan dan misi pesawat luar angkasa berawak.

"Jumlah gas oksigen yang diproduksi per detik pada permukaan Rhea sekitar 130 gram," tulis studi yang diterbitkan di jurnal Science.

Ilmuwan juga berhasil mengidentifikasi jejak bahan kimia karbondioksida di atmosfer Rhea. Ini mengindikasikan adanya karbon di permukaan bulan. Kombinasi karbon dan oksigen berdampak besar terhadap kemungkinan adanya kehidupan di bulan yang dilapisi es.
__________________________
Tag to this article is : moon, ice, saturn, will, life, carbon, combination, impact, texas, institute, research, second, produce, oxygen, space, robot, future, mission, know, implication, plan, chemical

Bintang Ini 20 Kali Lebih Besar dari Matahari

Bintang muda IRAS (kiri atas) difoto oleh Teleskop Spitzer milik NASA

Suatu teleskop luar angkasa berhasil memotret sekumpulan bintang yang berada di galaksi lain. Salah satunya adalah sebuah bintang muda yang diyakini berukuran 20 kali lebih besar dari matahari.

Demikian ungkap ilmuwan yang bekerja sama dengan peneliti dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Peneliti NASA, Stefan Kraus dan astronom dari Universitas Michigan, Ann Arbor, mengungkapkan bahwa penemuan itu dalam rangka meneliti bagaimana bintang-bintang besar lahir di jagat lain.

Seperti dikutip di laman resmi NASA, Rabu 14 Juli 2010, Kraus mengungkapkan bahwa Teleskop Luar Angkasa milik NASA, Spitzer, berhasil merekam gambar suatu bintang yang dinamakan IRAS 13481-6124. Gambar dari Teleskop Spitzer itu juga didukung oleh pantauan dari stasiun teleskop di Chile.

Bintang itu berlokasi di konstelasi Centaurus, yang berjarak 10.000 tahun cahaya. Massa IRAS 20 kali lebih besar dari matahari. "Ini merupakan kali pertama benda seperti itu bisa terpantau," kata Kraus.

Melalui pencitraan Spitzer, para peneliti juga menyaksikan bahwa bintang itu dikelilingi oleh kumpulan gas dan debu sehingga menyerupai cakram. Fenomena seperti juga terjadi pada bintang-bintang yang lain. "Cakram itu sangat mirip dengan apa yang telah kami lihat pada bintang-bintang muda, yang bentuknya lebih kecil, namun tetap saja besar," kata Kraus.

Menurut dia, gambar dari Spitzer kali ini menghasilkan citra yang lebih jelas dari yang pernah diperlihatkan sehingga membantu para ilmuwan untuk memahami lebih baik akan lahirnya bintang di jagat lain.
Meteor Menerangi Langit (Video)

Meteor Menerangi Langit (Video)


Sebuah bola api melintas di kegelapan malam langit Wisconsin. Otoritas Amerika Serikat memastikannya sebagai sebuah meteor. Fenomena ini dilihat oleh sejumlah orang di lima negara bagian AS. Banyak yang mengaku mendengar suara bergemuruh.

Cari Artikel

Followers

Back To Top