Translate

Ilmuwan Kaget! Fenomena Nebula 'Mawar Merah' Ternyata Ada dalam Al-Qur'an!


Tercatat dalam teori para antariksawan dan ilmuwan, apabila sebuah bintang telah habis masanya lalu kemudian meledak dan mati, maka sisa ledakan bintang itu akan berevolusi menjadi kumparan dan kumpulan gas yang akrab secara analisis disebut nebula.

Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, belum lama ini mengambil gambar nebula 'Mawar merah' dengan menggunakan teleskop raksasa, Hubble. Dari pengambilan citra gambar tersebut, ada salah satu nebula paling menarik dan kompleks yang pernah dilihat, yakni nebula yang memiliki kode NGC 6543, atau mereka menjulukinya dengan 'Nebula Mata Kucing' (cat eye nebula) atau nebula Mawar Merah.

Nebula fantastis ini diperkirakan baru berusia 1.000 tahun. Ilmuwan pun takjub, karena dalam perkembangannya awan nebula ini mem[erlihatkan bentuk yang tak asing bagi penduduk bumi, yakni bentuk yang menyerupai bunga mawar merah.

Sebagai catatan sob, pada 14 abad yang lalu, sebelum para antariksawan dan ilmuwan NASA menemukan fenomena ini, ternyata fenomena ini telah ada dalam Al-Qur'an. Tepatnya di surah Ar-Rahman.

"Maka ketika langit (bintang/tata surya) terbelah (meledak) lalu menjadilah ia mawar merah yang berkilat seperti minyak"
(Ar-Rahman: 37)

Potensi dan Kelemahan Kehidupan di Luar Planet Bumi

Selama ini kehidupan luar angkasa masih menjadi perdebatan dikhalayak ramai. Banyak yang kontra dan tidak sedikit yang pro atas keberadaannya. Mulai dari teori Astronot kuno hingga dunia modern ini, masih menimbulkan tanda tanya BESAR bagi kita semua.

Pada artikel ini, saya tidak akan membahas fenomena atau penampakkan UFO atau Alien, namun lebih menekankan apa itu Definisi dari Alien (Makhluk Ekstraterestrial).

Kehidupan Ekstraterestrial

Dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia, Alien mempunyai arti Makhluk asing.

Berikut arti secara keseluruhan : Kehidupan ekstraterestrial didefinisikan sebagai kehidupan yang tidak berasal dari planet bumi. Keberadaan kehidupan di luar planet ini masih sebatas teori dan semua perkiraan mengenai kehidupan tersebut tetap berlangsung. Stephen Hawking berpendapat bahwa tidak mungkin kehidupan hanya ada di bumi saja.

Namun kadangkala beberapa orang sering salah menterjemahkan kata-kata alien dengan penampakkan yang berkepala besar bertangan panjang dan berpenampilan kurus (kanan). Pada dasarnya Alien hanyalah makhluk hidup yang berdiam di luar bumi, entah berperadaban tinggi atau rendah. Baik memasuki kelas makhluk hidup tinggkat tinggi seperti manusia atau malah makhluk hidup sekelas mikroba yang hanya bersel satu.

Hipotesa-hipotesa dan gagasan tentang kehidupan ekstraterisial masih terus berkembang dan menyatakan bahwa tidak menutup kemungkinan kehidupan E.T atau Ekstraterestrial ada di bentangan alam semesta ini. Beberpaa diantaranya adalah Venus dan Mars; bulan-bulan Yupiter dan Saturnus seperti Europa, Enceladus dan Titan; dan planet luar surya seperti Gliese 581 c dan d yang dikatakan berada di zona layak huni.



Usaha Pencarian E.T

Ilmuwan berusaha mencari bukti kehidupan uniselular(bersel tunggal) di Tata Surya dengan melakukan penelitian terhadap permukaan planet Mars dan batu meteor yang jatuh ke bumi. Sebuah misi ke Europa, salah satu bulan Yupiter yang diduga memiliki air dibawah permukaannya, juga digagaskan.

Terdapat bukti terbatas bahwa kehidupan mikrobial mungkin ada di Mars. Eksperimen pada program Viking melaporkan adanya proses emisi gas dari lapisan tanah panas Mars yang diduga sebagai bukti kehadiran mikroba. Namun, tidak ada bukti kuat mengenai hipotesis tersebut. Pada tahun 1996, suatu struktur yang menyerupai nanobakteria dilaporkan ditemukan di meteor ALH84001 (gambar Bawah). Laporan ini sangat kontroversial, dan perdebatan terus berlanjut. Salah satu kontaversi adalah kemungkinan telah terkontaminasinya meteor ini.



Pada Februari 2005, ilmuwan NASA melaporkan bahwa mereka menemukan bukti kuat adanya kehidupan di Mars.Kedua ilmuwan, Carol Stoker dan Larry Lemke, membuat klaim bahwa tanda metana yang ditemukan di atmosfer Mars menyerupai proses produksi metana oleh kehidupan primitif di Bumi. NASA menolak klaim kedua ilmuwan tersebut.

Pada tahun 2010, dari data satelit Cassini, para ahli NASA menemukan bukti penting yang menunjukan adanya kehidupan alien primitif di Titan, bulan dari Saturnus. Ahli-ahli tersebut menyimpulkan dalam dua makalah. Pada makalah pertama, dalam jurnal Icarus, dinyatakan bahwa hidrogen yang mengalir di atmosfer planet menghilang di permukaan, yang menunjukan bahwa alien mungkin bernafas. Pada makalah kedua, dalam Journal of Geophysical Research, disimpulkan bahwa terjadi kekurangan bahan kimia di permukaan. Zat-zat tersebut mungkin dikonsumsi oleh suatu kehidupan. Chris McKay, astrobiologi di Pusat Penelitian NASA, menyatakan bahwa proses konsumsi hidrogen ini mirip dengan proses manusia mengkonsumsi oksigen di bumi.

Terdapat gagasan bahwa alien mungkin mengeluarkan sinyal ke angkasa. Gagasan ini tidak pasti, namun proyek-proyek seperti SETI (Search for Extra-Terrestrial Intelligence) dibuat untuk mencari sinyal radio dari kehidupan ekstraterestrial.

Astronom juga mencari planet luar surya yang dapat dihuni seperti bumi. Planet-planet yang diduga dapat dihuni adalah Gliese 581 c, Gliese 581 d dan OGLE-2005-BLG-390Lb. Teknologi yang ada tidak cukup untuk mempelajari planet-planet luar surya tersebut.




Bukti-Bukti yang Mendukung Keberadaan E.T. dan UFO

Sinyal WOW!

Sinyal Wow! adalah sinyal radio yang dideteksi oleh Dr. Jerry R. Ehman pada tanggal 15 Agustus 1977, ketika bekerja dalam proyek SETI di teleskop radio Big Ear di Ohio State University. Sinyal ini berpotensi berasal dari luar tata surya. Sinyal ini berlangsung selama 72 menit, selanjutnya tidak dideteksi lagi. Sinyal ini menjadi pusat perhatian media ketika membicarakan hasil SETI. Diduga berasal dari rasi sagitarius.

Black Knight

Black Knight
adalah sebuah satelit misterius yang sampai sekarang tidak diketahui apa dan darimana asalnya satelit tersebut. Yang pasti diketahui, satelit ini pertama kali terlihat di tahun 1960 dan ditemukan dalam orbit kutub. "Black Knight" ini sendiri pernah membalas sinyal radio tahun 1920 dan 30 sebelum lenyap lagi. Dan sinyal balasan dari satelit tersebut setelah diteliti hampir memliki kemiripan dengan sinyal balik kalau radio tersebut diarahkan ke Epsilon Bootes (salah satu rasi bintang).

Tempat Berpotensi Jadi tempat E.T.

1. Mars - Kehidupan Di Mars telah lama diperkirakan. Air diperkirakan telah ada di Mars di masa lalu, dan mungkin masih cair di bawah air permukaan. Metana ditemukan di atmosfer Mars.

2. Merkurius - Ekspedisi Messenger untuk Merkurius telah menemukan bahwa sejumlah besar air ditemukan pada lapisan exosphere nya.

3.Jupiter - Carl Sagan dan yang lainnya Pada 1960-an dan 70-an menghitung sebuah hipotesis tentang berbasis kehidupan makroskopis asam amino di atmosfer Jupiter.

4. Enceladus - Diperkirakan memiliki lapisan air bawah tanah.


5. Titan - Bulan ini tidak hanya dikenal dengan suasana yang signifikan. Data dari misi Cassini-Huygens membantah hipotesis samudra hidrokarbon global, tetapi kemudian menunjukkan adanya danau hidrokarbon cair di daerah kutub.


6. Venus - Baru-baru ini, para ilmuwan telah berspekulasi tentang keberadaan mikroba di lapisan awan stabil 50 km di atas permukaan, dibuktikan dengan iklim yang ramah dan ketidakseimbangan kimia.

Berikut hewan yang diduga bisa hidup di luar angkasa ENIGMA.

Seperti yang kita ketahui selama ini air adalah sumber terpenting untuk mendukung kehidupan. Salah satu tempat yang mendukung itu adalah Europa(bulan). Europa memiliki permukaan yang dilapisi oleh es, dan hebatnya lagi memiliki kandungan Oksigen Molekular.
(Kiri : Skema lapisan es dari Europa).

Potensi atas kehidupan asing : Sepeti halnya Titan, bulan-bulan yang terkategorikan sebagai Europa memiliki potensi terciptanya makhluk hidup. Ilmuan planet Richard Greenberg mengatakan bahwa dalam jangka waktu yang panjang tentunya, Europa memungkinkan untuk membentuk makhluk hidup tidak hanya dalam kategori Eukariotik namun mungkin juga berbasis pisces.



Persamaan Drake

Pada tahun 1961, University of California, Santa Cruz astronom dan astrofisikawan Dr Frank Drake menyusun persamaan Drake. Persamaan kontroversial dikalikan perkiraan bersama dengan ketentuan sebagai berikut:

* Tingkat pembentukan bintang yang cocok.
* Fraksi dari bintang-bintang yang dikelilingi oleh planet-planet.
* Jumlah dunia mirip Bumi per-sistem planet.
* Fraksi planet-planet di mana kehidupan cerdas berkembang.
* Fraksi planet komunikatif mungkin.
* Umur dari kemungkinan peradaban komunikatif .


Digunakan persamaan Drake untuk memperkirakan bahwa ada sekitar 10.000 planet di galaksi Bima Sakti yang mengandung kehidupan cerdas berkemampuan kemungkinan berkomunikasi dengan Bumi.

Berdasarkan pengamatan dari Hubble Space Telescope, ada setidaknya 125 milyar galaksi di alam semesta. Diperkirakan bahwa setidaknya sepuluh persen dari semua bintang mirip matahari memiliki sistem planet, misal ada 6,25 × 1018 bintang dengan planet yang mengorbit di alam semesta. Bahkan jika kita asumsikan bahwa hanya satu dari satu milyar bintang-bintang ini memiliki planet mendukung kehidupan, akan ada beberapa 6,25 × 109 (miliar) sistem pendukung kehidupan planet di alam semesta.

sumber
China Rencanakan Pendaratan Manusia di Bulan

China Rencanakan Pendaratan Manusia di Bulan

BEIJING - China melanjutkan rencana ruang angkasanya, dengan meluncurkan rencana lima tahun untuk menempatkan astronot di bulan. Dengan begitu, rencana ini akan membuat China menjadi negara setelah Amerika Serikat (AS) yang berhasil menginjakkan kaki di bulan 40 tahun lalu.

“China akan melakukan studi dengan rencana awal mendaratkan manusia ke bulan,” ujar Dewan Negara rencana tersebut, seperti dilansir News Cnet, Selasa (3/1/2012).

Selain itu, Dewan Negara tersebut juga menyerukan tentang eksplorasi ruang angkasa yang mendalam dan asteroid.

Rencana ini berawal ketika pesawat ruang angkasa berawak AS tertahan, dan armada pesawat ulang alik NASA yang sudah pensiun dan bergantungnya misi International Space Station dengan roket Rusia.
Sebelumnya George W. Bush juga pernah menyebutkan akan ada kembali astronot ke bulan pada 2020 mendatang, namun kemudian dibatalkan oleh Obama karena program tersebut dinilai terlalu mahal. Sebagai gantinya Obama mengusulkan mengirimkan astronot ke sebuah asteroid pada 2025.

China juga membangun purwarupa stasiun ruang angkasa sendiri, Tiangong 1 sebelum pembangun stasiun Mies-class. Negeri Tirai Bambu tersebut telah memetakan bulan dengan satelit, Change’e-1. Selain itu mereka juga merencanakan untuk mengirim Shenzhou-9 dan pesawat ruang angkasa Shenzhou-10 ke dermaga dengan Tiangong-1 tahun ini.

“Sejak 2006, roket Long March telah berhasil meluncur 67 kali, mengirim 79 pesawat ruang angkasa ke orbit, yang direncakan dan menunjukkan peningkatan keandalan kendaraan peluncuran China,” ungkap isi dari program tersebut

Meskipun rencana ruang angkasa tersebut sepenuhnya didukung oleh Liberation Army, namun rencana tersebut sepenuhnya damai. “China selalu menganut penggunaan luar angkasa untuk tujuan damai, dan menentang persenjataan atau perlombaan senjata di ruang angkasa.”

Siapa pun nanti yang berhasil sampai di bulan, maka mereka bisa mengklaim banyak hal besar. Namun sejauh ini sejak misi Apollo 17 pada 1972, belum ada yang pernah berhasil seperti itu lagi.

oke

Senja di Planet Alien Tidak Berwarna Merah

Berwarna apakah senja di suatu planet asing yang jauh dari Bumi? Lewat data dari teleskop luar angkasa Hubble, ilmuwan eksoplanet Frederic Pont di University of Exeter telah merekonstruksi warna senja planet Osiris.

Senja di Planet Osiris (foto : ExoClimes)

Diwartakan Dailymail, Sabtu (14/1/2012), planet yang juga dikenal dengan nama HD 209458 tersebut, berjarak 150 tahun cahaya dari Bumi, dan merupakan planet pertama yang terdeteksi memiliki uap air di atmosfernya.

"Saya takjub karena kita mengetahui seperti apa senja di HD 209458 dengan cukup akurat. Ketika kami mengumpulkan tranmisi spektrum atmosfer planet itu saat melintasi bintangnya, hal yang pasti diukur adalah berwarna apakah senja di sana," kata Pont.
"Karena suhunya yang hampir sama dengan suhu Matahari, bintang yang kelilingi planet itu berwarna putih bila dilihat dari luar atmosfer. Kemudian bintang tersebut akan memperoleh semburat biru seiring senja tenggelam lebih dalam," tambahnya.

Menurut Pont, penyerapan sodium yang terjadi di planet tersebut, menghilangkan warna merah dan oranye lalu menyebarkan warna biru, sehingga senja tersebut jadi berwarna biru-kehijauan.

oke

Tata Surya Ke 2 Di Antariksa


Sistem Tatasurya Ke 2

Para astronom telah menemukan sebuah sistem planet yang terdiri dari lima atau tujuh planet. Planet tersebut mengorbit bintang yang serupa dengan Matahari yaitu HD 10180. Hal ini menyebabkan sistem tatasurya yang mirip dengan sistem tata surya kita.

Tim astronom juga menemukan bukti bahwa jarak planet dari bintang HD 10180 yang mereka orbit memiliki pola yang teratur, seperti pada sistem tata surya kita.

"Kami telah menemukan apa yang paling mungkin dengan sistem tata surya kita" kata Christophe Lovis, penulis utama kertas pelaporan hasilnya.
"Studi tentang gerakan planet dalam sistem baru mengungkap interaksi gravitasi kompleks antara planet dan memberi kita wawasan ke dalam evolusi jangka panjang dari sistem."

Alat Yang Digunakan Untuk Melihat


Tim astronom menggunakan spektograf HARPS, melekat pada teleskop ESO's 3,6 meter di La Silla, Chile, untuk studi enam tahun-panjang HD 10180, yang terletak 127 tahun cahaya di konstelasi selatan Hydrus.

Para astronom mendeteksi gerakan kecil bintang disebabkan oleh atraksi gravitasi dari lima atau lebih planet. Kelima sinyal terkuat menunjukkan planet dengan massa sekitar Neptunus, yang mengorbit dengan jangka waktu berkisar enam sampai 600 hari. Mereka terletak di antara 0,06 dan 1,4 kali jarak Bumi-Matahari dari bintang mereka.

"Kami juga memiliki alasan kuat untuk percaya bahwa dua planet lain yang ada," kata Lovis.

Salah satunya seperti sebuah planet Saturnus yang mengorbit dalam waktu 2.200 hari. Yang lain akan menjadi planet terkecil yang pernah ditemukan, dengan massa sekitar 1,4 kali Bumi. Ini sangat dekat dengan bintang inangnya, dan hanya dua persen dari jarak Bumi-Matahari.

"Objek ini menyebabkan goyangan bintang yang hanya sekitar tiga kilometer per jam - lebih lambat dari kecepatan berjalan - dan gerakan ini sangat sulit untuk diukur," kata anggota tim Damien Ségransan. Jika dikonfirmasi, itu akan menjadi sebuah planet berbatu panas, mirip dengan Corot-7b.

Wilayah bagian dalam sistem lebih dihuni dari kita sendiri. Mungkin tidak memiliki gas raksasa seperti Jupiter. Tidak seperti di tata surya kita, semua planet tampaknya memiliki orbit yang hampir lingkaran.

Sejauh ini, para astronom tahu sistem lima belas dengan setidaknya tiga planet. Catatan pemegang terakhir adalah 55 Cancri, yang berisi lima, dua dari mereka menjadi planet raksasa. "Sistem planet berukuran kecil seperti yang di sekitar HD 10180 tampaknya sangat umum, tapi sejarah pembentukan mereka tetap teka-teki," kata Lovis.

Menggunakan penemuan baru serta data untuk sistem planet lain, para astronom menemukan setara hukum Titius-Bode yang ada di tata surya kita: jarak dari planet dari bintang mereka tampaknya mengikuti pola yang teratur.

Mereka juga menemukan hubungan antara massa sebuah sistem planet dan sifat bintang inangnya.

Semua sistem planet yang sangat besar ditemukan di sekitar bintang besar dan logam-kaya, sementara empat sistem terendah-massal ditemukan di sekitar rendah-massa, bintang logam-miskin. Sifat semacam pastikan model teoritis saat ini.

"Penemuan ini luar biasa juga menyoroti fakta bahwa kita sekarang memasuki era baru dalam penelitian planet ekstrasurya: studi tentang sistem planet yang kompleks dan tidak hanya planet individu," kata Lovis.

Cari Artikel

Followers

Back To Top