Translate

Coba Nikahi Waria, Pengusaha Dicokok Polisi

Iqbal Khan dan Rani saat digelandang ke kantor polisi

PAKISTAN
- Perkawinan yang dilakukan seorang pengusaha Pakistan ini sungguh menghebohkan, pasalnya dia menikahi seorang waria berusia 19 tahun.

Polisi pun membubarkan pesta pernikahan dua sejoli yang sejatinya berkelamin sama ini.

Malik Mohammad Iqbal Khan 42 tahun, seorang pengusaha pupuk, waria bernama Rani, dan lusinan tamu ditangkap polisi saat dilakukan penggerebekan pada pesta yang dilakukan malam hari di kota Peshawar, Pakistan.

"Kami menangkap kedua pasangan pengantin dan 41 orang lainnya dalam pesta pernikahan itu," ujar kepala polisi Shahid Khan, seperti dilansir Telegraph, Kamis (27/5/2010).

Mereka di kurung dalam tahanan untuk satu hari karena melanggar hukum syariah Islam.

Pengusaha pupuk tersebut sebenarnya sudah memiliki dua orang istri, dia membantah menikahi waria tersebut, dia berkata bahwa acara pesta tersebut merupakan acara ulang tahun untuk Rani.

"Kami sedang merayakan pesta ulang tahun, tapi polisi menangkap kami. Kami tidak berencana untuk menikah," ujarnya.

Pengacara senior di Peshawar mengatakan bahwa polisi memberikan tuduhan atas perbuatan seks yang tidak alami, hukuman yang dikenakan adalah seumur hidup penjara.

Pakistan merupakan negara Islam konservatif yang mengharamkan seks di luar nikah dan homoseksual adalah tindakan ilegal.

Komunitas waria atau yang lebih dikenal eunuch, termasuk hermaprodit, transeksual, waria dan homoseksual, selalu dicaci dan dihina oleh masyarakat. Biasanya para waria menjadi peminta-minta di jalanan, sebagian lagi berakhir menjadi pelacur.

Salah satu hakim tertinggi di Pakistan saat ini tengah berusaha untuk mencari solusi bagi 500 ribu eunuch yang ada di negara tersebut agar mendapat pengakuan dengan identitas jenis kelamin lainnya.
Labels: unik lainnya

Thanks for reading Coba Nikahi Waria, Pengusaha Dicokok Polisi. Please share...!

0 Comment for "Coba Nikahi Waria, Pengusaha Dicokok Polisi"

Cari Artikel

Loading...

Followers

Back To Top